Jenis Pelanggaran Tilang Elektronik, Denda, dan Cara Bayarnya

Apa saja jenis pelanggaran tilang elektronik dan berapa besaran denda yang harus dibayarkan? Baca info selengkapnya di sini.

tilang elektronik

Electronic traffic law enforcement (ETLE) atau tilang elektronik merupakan sanksi tindak pelanggaran lalu lintas yang terekam melalui pantauan CCTV. Tilang elektronik resmi diberlakukan di 12 polda di Indonesia.

Tujuan diberlakukannya tilang elektronik adalah untuk meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam berkendara serta meminimalisir oknum yang melakukan pungli saat memberikan sanksi atau hukuman kepada para pelanggar lalu lintas.

Baca Juga: Mobil Baru Cicilan 2 Jutaan untuk Keluarga, Apa Saja?

Tidak hanya itu, diterapkannya tilang elektronik ini diharapkan dapat menindak pelanggaran lalu lintas yang dilakukan oleh kendaraan dengan plat nomor polisi yang bukan berasal dari daerah tersebut.

Misalnya, kendaraan dengan plat D (asal Bandung) melakukan pelanggaran di Jakarta. Hal tersebut dapat langsung terpantau dan ditindak jika sudah menerapkan tilang elektronik.

Baca juga: Rincian Biaya Balik Nama Mobil Terbaru serta Cara Mengurusnya

Tilang elektronik ini dapat dipantau melalui kamera ETLE sebanyak 244 yang dipasang di 12 wilayah Polda di Indonesia serta mampu mengetahui segala jenis pelanggaran setiap waktu. Berikut 12 wilayah Polda yang sudah menerapkan sistem tilang elektronik.

1. Polda Metro Jaya

2. Polda Banten

3. Polda Jawa Barat

4. Polda Jawa Tengah

5. Polda Daerah Istimewa Yogyakarta

6. Polda Jawa Timur

7. Polda Riau

8. Polda Jambi

9. Polda Lampung

10. Polda Sumatera Barat

11. Polda Sulawesi Utara

12. Polda Sulawesi Selatan

Apa saja jenis pelanggaran tilang elektronik, besaran denda yang harus dibayar serta bagaimana cara membayarnya? Simak infonya berikut ini.

tilang elektronik

Sebelum melakukan pembayaran pelanggar harus melakukan konfirmasi jenis pelanggaran setelah menerima surat tilang.

Proses konfirmasi pelanggaran berlaku selama delapan hari. Untuk batas akhirnya adalah 15 hari dari tanggal kamu melakukan pelanggaran. Setelah melakukan konfirmasi, kamu akan mendapatkan email yang berisi tanggal serta lokasi pengadilan.

Baca Juga: Biaya Turun Mesin Mobil Berdasarkan Kerusakannya

Lalu, pelanggar yang tertangkap kamera tilang elektronik akan mendapatkan SMS untuk menyelesaikan administrasi pelanggaran. 

Pembayaran Melalui Teller BRI

1. Mengisi slip setoran

2. Mengisi 15 angka nomor pembayaran tilang di kolom nomor rekening

3. Memasukkan jumlah denda yang harus dibayarkan di kolom nominal

4. Menyerahkan slip ke teller.

Pembayaran melalui ATM, Mobile Banking, Internet Banking, atau EDC BRIVA

1. Masukkan kartu debit kamu ke mesin ATM, atau buka mobile/internet banking

2. Pilih menu pembayaran

3. Transaksi Lain

4. Pilih menu Pembayaran

5. Pilin menu Lainnya

6. Pilih menu BRIVA

7. Masukkan 15 angka nomor pembayaran tilang

8. Konfirmasi detil pembayaran

9. Jika menggunakan mobile banking lanjutkan dengan memasukkan PIN, lalu untuk internet 

banking kamu harus memasukkan password dan mToken

10. Lanjutkan langkah berikutnya hingga transaksi selesai

Baca juga: Pajak Kendaraan Berakhir tapi Samsat Tutup, Tetap Ditilang?

Pembayaran dengan bank lain

1. Masukkan kartu debit kamu ke mesin ATM

2. Pilih Pembayaran

3. Pilih Transaksi Lainnya

4. Pilih Transfer

5. Pilih Ke Rekening Bank Lainnya

6. Masukkan kode Bank bri (002) diikuti 15 angka Nomor Pembayaran Tilang

7. Masukkan jumlah besaran denda

8. Ikuti tahap selanjutnya hingga selesai

Baca Juga: Perbedaan Kredit Mobil Syariah dengan Kredit Konvensional

Kemudian jika sudah selesai melakukan pembayaran, kamu bisa menyimpan struk pembayaran, slip setoran atau SMS bukti pembayaran untuk mendapatkan kembali barang bukti yang disita oleh petugas.

Dengan adanya sistem tilang elektronik ini diharapkan segala bentuk pelanggaran dapat diberikan tindakan tegas saat terekam CCTV.

Demi keamanan dan kenyamanan dalam berkendara selalu lengkapi surat-surat kendaraan dan patuhi peraturan lalu lintas yang berlaku di mana pun kamu berada ya.