Jenis-jenis Sistem Penggerak Mobil dan Perbedaannya

Sudah tahu belum mobil kamu menganut sistem penggerak apa? Sebelum lebih jauh, yuk mengenal jenis-jenis sistem penggerak mobil dan perbedaannya.

4WD Part Time

Sistem penggerak mobil merupakan komponen yang menyalurkan tenaga yang dihasilkan oleh mesin ke roda.

Tidak sembarangan, sistem penggerak mobil ini ditentukan berdasarkan kebutuhan oleh mobil serta berpengaruh kepada handling, daya jelajah medan, penyaluran tenaga, dan sebagainya.

Jadi, bukan hal yang mengherankan bila tiap mobil memiliki sistem penggerak yang berbeda-beda.

Baca juga: Hal yang Menyebabkan Setir Mobil Berbunyi Saat Belok

Secara umum, ada empat sistem penggerak mobil seperti FWD, RWD, 4WD, dan AWD.  Namun, di beberapa tipe seperti Mercedes-Benz G63 AMG 6×6, Ford F-150 Raptor 6×6, atau Dodge T-Rex menggunakan sistem penggerak 6WD walau tidak dijual secara umum.

Apa perbedaan dari sistem penggerak mobil tersebut?

Front Wheel Drive (FWD)

Sistem penggerak roda depan atau FWD bisa dibilang saat ini menjadi salah satu yang populer dan banyak digunakan pada mobil-mobil kompak seperti jenis sedan, hatchback, dan beberapa MPV.

Kelebihan mobil penggerak roda depan adalah memiliki ruang kabin yang luas sehingga lebih nyaman karena bagian kolongnya tidak terganggu dengan adanya gardan untuk menggerakkan roda belakang.

Baca juga: Ketahui Kelebihan dan Kekurangan Mobil Penggerak Roda Depan

Selain memperluas ruang kabin, mobil berpenggerak roda depan diklaim lebih irit bahan bakar karena tenaganya terpusat di bagian depan mobil.

Lalu, transmisi yang bertugas sebagai sistem penggerak, akan langsung menyalurkan tenaga dari mesin ke kedua poros roda yang berada di depan.

Toyota New Calya

Kelebihan lain dari mobil penggerak roda depan yaitu ada pada traksi mobil saat di jalanan yang licin khususnya saat cuaca hujan.

Traksi yang dimilikinya lebih aman untuk digunakan pada jalanan licin, hal ini disebabkan karena roda depan yang menarik roda belakang. Berat mesin mobil yang berada di depan dapat membantu traksi lebih aman.

Baca juga: Ketahui Penyebab Lampu Indikator Suhu Mesin Menyala

Namun, ada juga kekurangan mobil penggerak roda depan, salah satunya kurang stabil. Oleh karena itu, jarang ada mobil balap yang menggunakan sistem penggerak ini.

Lainnya, mobil cenderung lebih rawan kerusakan pada area penggerak jika terjadi benturan di jalanan yang rusak, karena bagian kemudi dan tenaga pendorong yang ada di roda yang sama.

mobil baru untuk keluarga aktif

Rear Wheel Drive (RWD)

Sesuai dengan namanya, RWD merupakan sistem penggerak yang memanfaatkan roda bagian belakang mobil sebagai pusat penyaluran tenaga.

Umumnya sistem penggerak ini digunakan pada mobil jenis MPV, SUV kompak, dan komersial yang berbobot berat atau yang mengangkut beban banyak.

Baca juga: Wajib Tahu! Kelebihan dan Kekurangan Mobil Penggerak Roda Belakang

Kelebihan mobil berpenggerak roda belakang dikenal lebih tahan banting dan dapat melalui berbagai lintasan dengan mudah.

Lalu, biasanya mesin dan sistem penggerak tidak mudah rusak karena terpisah jauh dan dihubungkan oleh gardan. Radius putar dari RWD juga lebih dalam, karena ruas rotasi ban depan yang lebih lega.

Ketika digunakan untuk berakselerasi dan berada pada kecepatan tinggi, mobil penggerak roda belakang cenderung memiliki kestabilan yang baik.

Baca juga: Harga PPnBM Toyota Kijang Innova dan Toyota Fortuner Terbaru

Hal ini disebabkan oleh berat mobil yang hampir rata antara bagian depan dan belakang.

Untuk kekurangan, ban mobil bagian belakang biasanya akan lebih cepat aus atau botak karena menanggung beban lebih banyak untuk menggerakkan mobil. Hal yang sama biasanya terjadi pada motor.

Sejarah Toyota Land Cruiser

Four Wheel Drive (4WD)

4WD atau 4×4 merupakan istilah yang dipakai untuk mobil berpenggerak empat roda. Sistem ini digunakan oleh mobil berjenis SUV atau double cabin, yang memang memerlukan tenaga lebih untuk menerobos medan berat, termasuk di jalanan tanah (off-road).

Adanya sistem 4WD membuat tenaga mesin tersalurkan secara merata ke keempat roda. Mesin akan menyalurkan tenaga ke transmisi dan menggerakkan roda dengan transfer case.

Baca juga: Mengenal Sistem 4WD Part Time dan Kegunaannya

Selain tenaga lebih, tujuan penggunaan 4WD adalah untuk memungkinkan mobil memiliki traksi pada keempat roda saat melintasi jalan yang licin atau becek, bahkan tanjakan curam.

Sesuai dengan kegunaannya, sistem 4WD dibagi menjadi part time 4WD dan full time 4WD.

4WD part time adalah sistem yang bisa diatkifkan atau dinonaktifkan. Jadi, mobil bisa berjalan dengan sistem 4×2 dan 4×4. Artinya, sistem 4WD bisa digunakan sesuai dengan kebutuhan.

perbedaan sistem 4WD

Terdapat beberapa mekanisme untuk mengaktifkannya, yakni dengan elektris seperti banyak digunakan pada mobil masa kini dan mekanik.

Baca juga: Perbedaan Sistem 4WD untuk Off Road dan On Road

Kelebihan 4WD part time elektris lebih praktis karena tinggal memutar tuasnya saja, namun memiliki jeda waktu agar sistem 4WD-nya dapat berjalan.

Tenaga pada sistem 4WD part time lebih merata yang disalurkan oleh transfer case, yakni 50% ke depan dan 50% ke belakang.

Sementara sistem 4WD full time tidak memiliki mode 2WD. Tetapi, penggerak full time 4WD punya mode lainnya, yaitu 4H (High Range), 4L (Low Range), atau Differential Lock.

BMW X3 xDrive30i M Sport

All Wheel Drive (AWD)

Sistem penggerak mobil yang terakhir adalah AWD. Berbeda dengan 4WD yang tenaga mesin dibagi ke seluruh roda secara seimbang, pada penggerak AWD, mobil akan membagi torsi secara otomatis ke seluruh roda tergantung kondisi yang dihadapi.

Tujuannya adalah untuk mengatur rasio torsi yang dialirkan ke semua roda sesuai kebutuhan, agar mendapatkan efisiensi dan performa yang seimbang.

Baca juga: Keunggulan Teknologi dan Fitur BMW di X Series

Namun, AWD tidak bisa mengubah modenya menjadi 2WD, 4H, atau 4L seperti penggerak 4WD. Contoh aplikasi AWD bisa dilihat pada teknologi xDrive yang dibenamkan pada mobil-mobil BMW.

Secara otomatis sistem akan membaca medan jalan yang dilalui mobil, sehingga komputer dapat memberikan torsi dan traksi pada roda yang lebih membutuhkan.

BMW M3 dan BMW M4

Tidak heran bila sistem penggerak AWD ini tidak hanya bisa diaplikasikan pada SUV, tapi juga pada jenis mobil lain, semisal sedan atau wagon.

Mobil sport pun ada yang menggunakan sistem AWD, tujuannya untuk menyeimbangkan tenaga dan traksi pada masing-masing roda ketika mobil dipacu dengan kecepatan tinggi di tikungan.

Baca juga: Ini Arti Nomor Rangka Mobil yang Jarang Diketahui

Semua sistem penggerak mobil memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Jadi, penggunaannya tergantung dari kebutuhan pengendara.

Nah kalau kamu, sistem penggerak mobil yang mana yang jadi favorit?