Jenis-jenis Honda Super Cub, dari Platina sampai PGM-FI

Dikenalkan kembali pada tahun 2018 dengan tampilan baru dan modern, begini sejarah Honda Super Cub di Indonesia yang melegenda.

honda super cub

Honda Super Cub merupakan motor bebek yang muncul di tanah air tahun 1960. Kehadirannya mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat, karena dinilai irit dan unik.

Sedikit sejarah Super Cub di dunia, jenis ini pertama kali lahir atas inisiasi Soichiro Honda dan rekannya, Takeo Fujisawa, ketika melakukan perjalanan ke Eropa.

Dari perjalanan tersebut di dapat ide untuk membuat sepeda motor yang fungsional dengan harga terjangkau, mudah dikendarai, irit BBM, dan perawatannya praktis.

Baca juga: Alasan Kenapa Kaca Spion Motor Pabrikan Berukuran Lebar

Maka dari itu, pada 1958 lahir motor bebek Honda yang pertama di Jepang, yakni Honda Super Cub C100 dengan mesin berkapasitas 50 cc 4-tak overhead valve (ohv) tiga percepatan.

Nama Cub diambil dari banyaknya sisa mesin yang ditempelkan Honda pada sepeda motor yang lebih dulu mengaspal di jalanan Jepang.

Honda Super Cub

Bisa dibilang, C100 adalah pionir motor bebek dengan mesin 4-tak di dunia. Pasalnya, kebanyakan motor seperti skuter Itali menggunakan mesin 2-tak kala itu.

Baca juga: Sejarah Awal Motor Cub disebut Motor Bebek

Tahun 1961, C100 untuk pertama kalinya tiba di Indonesia. Tidak lama kemudian, motor bebek Honda yang satu ini mendapatkan julukan Unyil dari masyarakat Indonesia karena ukurannya yang kecil.

Selain C100, ada C102 yang dibekali dengan starter elektrik sehingga semakin praktis.

Lantas bagaimana sejarah Honda Super Cub di Indonesia selanjutnya?

Honda Super Cub

Generasi Honda Super Cub C50, C70, dan C90

Setelah C100 sukses diterima masyarakat, perjalanannya dilanjutkan dengan generasi terbaru, misalnya C50, C70, dan C90.

Baca juga: 5 Biang Kerok Motor Limbung, Bikin Tidak Stabil Saat Riding

Honda Super Cub C50 dikenal dengan Honda Pispot karena tangki BBMnya terpisah. Motor ini mengaspal di Indonesia pada era 1960-an.

Kapasitas mesinnya tetap 50 cc, namun mendapat penyegaran dengan overhead camshaft (ohc).

Hasilnya, tenaga C50 naik menjadi 4,8 daya kuda, dari sebelumnya 4,5 daya kuda pada C100 dan C102.

Kemudian Honda Super Cub C70, yang sering disebut dengan Honda C70 atau Honda Pitung, yang berarti pitung puluh atau 70 dalam bahasa Jawa.

Baca juga: Konsumsi BBM Motor Matic 150cc saat Touring Jakarta-Surabaya

Masih dengan mesin 4-tak, bedanya motor bebek Honda ini menggendong mesin 70 cc, sesuai dengan namanya dan beberapa dibekali starter elektrik.

Lalu, C70 disusul saudaranya, Honda Super Cub C90, dengan kapasitas mesin 90 cc. Sayang pada saat itu motor bebek Honda yang satu ini kurang populer dan diminati masyarakat.

Honda Super Cub

Honda Super Cub C700 dan Honda Super Cub C800

Ketiga motor sebelumnya bisa dibilang berjaya pada era 1970-an. Lalu di awal 1980, Honda mengenalkan Honda Super Cub C700 dan Honda Super Cub C800.

Baca juga: Penyebab Setang Motor Goyang, Bisa Human Error atau Teknis

Berbeda dengan generasi sebelumnya yang punya desain lampu serba membulat, Honda Super Cub C700 dan C800 menggunakan lampu berdesain kotak.

C800 adalah versi lebih tinggi dengan mesin berkapasitas 86 cc, sementara Honda Super Cub C700 menggunakan mesin 70 cc.

Perdedaan lain yang terlihat adalah C800 menggunakan emblem sebagai identitas pada bodinya, sedangkan C700 menggunakan stiker.

Baca juga: Tutorial Cat Velg Motor Sendiri, Dijamin Makin Ganteng

Dalam klaim dan iklan yang beredar pada saat itu, C800 adalah motor paling irit.

Satu liter bensin dapat membuat motor ini menempuh 115 kilometer dengan kecepatan konstan, yaitu 30 kilometer per jam. Luar biasa!

Kedua motor bebek generasi awal ini menggunakan 3 percepatan dan dengan sistem pengapian platina. Sistem suspensi depan pakai as ayun dan rem tromol.

Baca juga: Review Motor Trail Honda yang Siap Trabas Medan Terjal

Selepas C700 dan C800, perjalanan sejarah motor bebek Honda di Indonesia berlanjut tahun 2018 dengan hadirnya Honda Super Cub C125.

Honda Super Cub

Honda Super Cub C125

Honda Super Cub C125 desainnya mirip dengan C100, namun dengan teknologi yang lebih modern.

Mesinnya berkapasitas 125 cc berpendingin udara dan bertransmisi 4 percepatan. Mesin ini mampu menghasilkan tanaga 9,2 daya kuda dengan PGM-FI (Programmed Fuel Injection).

C125 sudah dibekali dengan teknologi keyless atau Honda Smart Key System, yang terintegrasi dengan alarm anti maling dan Answer Back System.

Baca juga: Cara Menghitung Pajak Motor di STNK, Begini Rumusnya

Tidak hanya itu, semua titik pencahayaannya sudah menggunakan teknologi LED. Turun ke bawah, bagian velg sudah cast wheel dibalut dengan ban tubeless.

Beralih ke sektor pengereman, pada bagian depan menggunakan cakram, sementara belakangnya masih tromol.

Kamu suka Honda Super Cub yang mana, klasik atau modern?