Jangan Salah Pilih Tingkat Kekentalan SAE Oli Gardan Mobil

Oli mesin dan oli gardan mobil memiliki tingkat kekentalan SAE yang berbeda, apa sebabnya?

oli gardan

Oli gardan memiliki fungsi yang sama dengan oli mesin, yakni mengurangi gesekan antar komponen yang bergerak sehingga meminimalisir panas dan mencegah keausan.

Gardan umumnya ditemui pada mobil berpenggerak roda belakang atau rear wheel drive (RWD) serta mobil berpenggerak 4×4.

Gardan adalah komponen berperan untuk meneruskan putaran dari drive shaft menuju ke roda sehingga mobil dapat melaju.

Terdapat beberapa komponen roda gigi di dalam gardan yang saling berputar seperti drive pinion gear, ring gear, dan spider gear.

Baca juga: Spare Part Toyota Land Cruiser FJ40 Akan Kembali Diproduksi

Untuk mengurangi gesekan antar komponen tersebut, maka diperlukan oli gardan. Nah, oli gardan juga berfungsi agar komponen-komponen itu tidak cepat aus.

Sama seperti oli mesin, oli gardan juga perlu diganti tiap mobil berjalan 40.000 kilometer sekali, atau sesuai dengan rekomendasi pabrikan yang tertulis pada buku manual.

Kaki-kaki adalah komponen krusial dalam sebuah mobil. Bagaimana tidak, komponen ini menjadi penunjang kenyamanan sebuah mobil. Yuk deteksi sejak awal kerusakan kaki-kaki mobil!

Tingkat kekentalan SAE oli gardan

Oli gardan juga memiliki tingkat kekentalan SAE (Society of Automotive Engineers) layaknya oli mesin.

SAE adalah badan internasional yang menjelaskan tingkat kekentalan oli dan juga menunjukkan kemampuan oli dalam menjaga stabilitas kekentalan terhadap pengaruh suhu mesin serta lingkungan.

Semakin kecil angka indeks SAE, oli juga akan semakin cair. Sebaliknya, jika angka indeks SAE besar, oli semakin kental.

Umumnya, SAE oli gardan lebih tinggi daripada oli mesin sehingga lebih kental. Oli gardan pada umumnya memiliki SAE 90 sampai 140 dengan API GL 5.

Baca juga: 5 Penyebab Mobil Limbung yang Berbahaya Bagi Pengemudi

Tetapi, pemilihan tingkat kekentalan SAE oli gardan tidak bisa sembarangan. Balik lagi, semua harus sesuai standar dan rekomendasi pabrikan agar performanya tetap terjaga.

Sering salah, mitos menggunakan oli lebih kental dianggap lebih baik karena dapat meminimalisir resiko gesekan dan keausan antar komponen di dalam gardan.

oli gardan

Padahal tidak begitu, oli lebih kental akan berpengaruh pada kemampuannya untuk melumasi komponen tertentu.

Pada bagian yang lebih rapat atau celah sempit, oli yang lebih kental kurang optimal untuk melakukan penetrasi ke celah sempit dan rapat.

Baca juga: Hal yang Bakal Kejadian Kalau Lupa Menurunkan Hand Brake

Akibatnya, akan ada bagian yang tidak terlumasi dengan sempurna sehingga menyebabkan keausan. Komponen gear dalam gardan bisa rontok.

Misalnya untuk mobil seperti Toyota Avanza atau Daihatsu Xenia, cukup menggunakan oli gardan dengan SAE 90, sesuai dengan rekomendasi pabrikan.

oli gardan

Dampak telat ganti oli gardan

Seperti sudah disebutkan, fungsinya mengurangi gesekan antara komponen di dalamnya, lalu apa yang terjadi bila telat ganti oli gardan?

Baca juga: 5 Kelebihan Mesin Turbo di Mobil-Mobil Masa Kini

Komponen atau gear di dalam gardan akan terkikis atau aus karena pergesekan. Penyebabnya oli di dalam gardan yang kualitasnya sudah menurun.

Oli yang sudah melewati batas pakainya akan menurun dan berkurang dayanya dalam melindungi gesekan, akhirnya akan membuat gear dalam gardan terkikis dan aus.

Mendeteksi gardan mobil yang rusak atau jarang diganti olinya mudah. Saat berjalan biasanya akan terdengar bunyi mendengung. Makin kencang mobil berjalan, maka makin terdengar suaranya.

Baca juga: Copot Thermostat Mobil, Apa Efeknya untuk Jangka Panjang?

Bunyi mendengung gardan ini juga bisa terdengar saat mobil deselerasi atau melepas pedal gas untuk mengurangi kecepatan.

Oleh karena itu, ganti oli dengan rutin dan teratur, serta jadi jangan salah pilih oli gardan ya.

 

Bila gardan mobil bermasalah dan kamu memutuskan untuk membeli mobil baru sesuai budget, tenang, button di bawah ini adalah solusinya.

Beli Mobil Sesuai Budget