Jangan Diremehkan, Ini Bahaya Pakai Suku Cadang Palsu

By Arris Riehady - April 4, 2019

Tidak bisa dipungkiri bila Indonesia adalah lahan basah bagi suku cadang palsu. Nah, sebelum menggunakannya, pahami dulu bahaya suku cadang palsu berikut ini!

Banyaknya pengguna kendaraan, khususnya mobil d Indonesia mempengaruhi jumlah permintaan spare parts atau suku cadang.

 

Berdasarkan data dari Agence France-Presse (AFP) yang dilansir oto.detik.com pada 2011,  – banyaknya suku cadang palsu yang beredar membuat Indonesia menjadi salah satu dari 12 negara yang paling diawasi Amerika Serikat. Indonesia bersama dengan 11 negara lain yakni China, Rusia, Algeria, Argentina, Kanada, Chili, India, Israel, Pakistan, Thailand, dan Venezuela masuk dalam daftar teratas negara yang harus diawasi.

 

Tidak bisa dipungkiri, suku cadang palsu ini memang menggiurkan bagi sebagian penjual dan pemilik mobil. Bagi penjual, dengan menjual suku cadang palsu, ia dapat meraih untung sebesar-besarnya. Sementara bagi pemilik mobil, suku cadang palsu dinilai lebih ekonomis.

Suku cadang yang banyak dipalsukan adalah yang fast moving atau suku cadang yang harus diganti secara periodik karena memiliki siklus tertentu yang diukur berdasarkan jarak dan waktu. Contohnya, kampas rem, kampas kopling, busi, filter oli, filter udara, dan lain-lain.

 

Baca: 5 Komponen Mobil yang Harus Diganti dalam Hitungan Kilometer

 

Padahal, suku cadang palsu ini sebenarnya merugikan berbagai pihak, baik itu produsen otomotif dan pemilik mobil itu sendiri. Dan parahnya, suku cadang palsu ini bukan didatangkan dari luar negeri, melainkan diproduksi secara lokal dengan teknologi seadanya yang tidak memiliki standar keamanan dan keselamatan.

 

Ada bahaya suku cadang palsu yang dapat ditimbulkan ketika pemilik mobil menggunakannya. Karena itu, sebaiknya pemilik mobil disarankan menggunakan suku cadang asli atau genuine parts yang direkomendasikan oleh pabrikan.

Bahaya suku cadang palsu

Sebagai contoh, jika menggunakan kampas rem palsu akan berpengaruh pada performa sistem pengereman yang bisa menurun. Jika seperti itu, jelas akan berbahaya buat diri sendiri dan juga orang lain di sekitar mobil Anda.

 

Selain merusak, penggunaan suku cadang palsu juga akan membuat garansi mobil gugur, karena penggantian suku cadang tidak sesuai standar yang dianjurkan. Tidak ada jaminan ketika pemilik mobil menggunakan suku cadang palsu. Bahkan, Apabila kerusakan akibat suku cadang palsu justru biaya yang dikeluarkan lebih besar.

 

Lain lagi bila pemilik mobil menggunakan suku cadang palsu seperti filter udara. Walau terlihat sepele, filter udara memiliki peran krusial di untuk mobil.

 

Filter udara berguna untuk menyaring udara kotor agar tidak masuk ke dalam sistem injeksi. Ya, filter udara juga berguna untuk menyaring kotoran yang masuk ke bagian pembakaran sehingga proses pembakaran pun jadi lebih sempurna.

Apabila ada gangguan di bagian ini, bisa berpengaruh terhadap performa mesin dan konsumsi bahan bakar. Debu atau kotoran dari luar bisa saja masuk dan menghambat suplai udara yang masuk ke ruang bakar. Konsumsi bahan bakar pun jadi lebih boros.

 

Akibatnya, pengemudi jadi rajin menginjak pedal gas lebih dalam untuk berakselerasi. Mesin juga harus mengeluarkan tenaga lebih besar sehingga bahan bakar pasti lebih boros dibanding keadaan normal.

 

Tidak hanya itu, jika filter udara terganggu, knalpot mobil Anda akan berpeluang menembak. Bahkan, mesin juga bisa jebol. Untuk itu, selalu rawat filter udara mobil Anda agar tidak mengganggu komponen lainnya, seperti injektor, air intake, piston, dan lain-lain.

 

Baca: DIY, Cara Mudah Mengganti Filter Udara di Mobil

 

Membedakan filter udara palsu dengan suku cadang aslinya terbilang mudah. Oleh pabrikan atau produsen suku cadang, biasanya filter udara ini diberi warna cerah.  Tidak hanya itu, filter udara yang asli tidak akan terbakar meskipun terkena api. Filter itu mengandung penolak dan pelapis anti-api sedangkan yang palsu langsung terbakar.

Jika terkena atau terendam air, kondisinya akan terlihat tetap rapi tapi kalau yang palsu akan mudah rusak. Bayangkan jika suatu saat mobil Anda melewati banjir, dengan filter udara palsu bisa saja air langsung masuk ke injeksi dan kemungkinan mobil mogok akan sangat besar.

 

Tidak hanya itu bahaya suku cadang palsu. Dengan menggunakan suku cadang palsu bisa saja Anda didakwa sudah melakukan pelanggaran UU Hak Cipta, karena suku cadang palsu ini adalah produk ilegal.

Mengenali suku cadang palsu

Agar terhindar dari bahaya suku cadang palsu, pemilik mobil selalu dianjurkan untuk selalu menggunakan suku cadang asli atau genuine parts.  Ada beberapa cara yang bisa dilakukan pemilik mobil saat belanja suku cadang, agar tidak tertipu dengan suku cadang palsu.

 

Pertama dan yang terpenting adalah Anda sebagai pemilik mobil tidak tergiur dengan harga suku cadang yang murah. Untuk suku cadang palsu yang sangat menyerupai asli, harga yang ditawarkan tidak terlalu jauh, misalkan suku cadang asli dijual seharga Rp 100 ribu maka suku cadang palsunya dijual seharga Rp 75 ribu.

 

Meskipun dengan harga suku cadang asli lebih mahal, tetapi memiliki jangka waktu penggunaan yang jauh lebih lama jika dibanding dengan suku cadang palsu.

 

Lalu perhatikan bahan dan finishing dari suku cadang. Suku cadang asli bahannya sudah pasti dijamin berkualitas, finishing-nya pun detail sehingga presisi di mobil Anda. Sementara suku cadang palsu secara kasat mata pun terlihat, bahannya terkesan murahan dan finishing-nya kasar.

Walau dikemas dengan merk suku cadang asli, perhatikan bagaimana kemasan dari suku cadang tersebut. Pastikan kemasan dalam keadaan baik, warna tidak pudar, tidak sobek, dan belum terbuka, untuk menjamin keasliannya.

 

Suku cadang asli juga memiliki nomor seri atau part number dan barcode. Ada beberapa barcode yang dapat di-scan oleh pemilik mobil untuk mengecek keaslian suku cadang tersebut. Karena itu sebaiknya kondisi stiker barcode yang tertera pada kemasan suku cadang harus dalam kondisi baik, seperti tidak rusak, sobek, dan kondisi tulisan jelas.

 

Pemilik mobil pun sebaiknya membeli suku cadang di tempat yang terpercaya seperti bengkel resmi atau toko suku cadang yang bekerja sama dengan agen tunggal pemegang merek (ATPM).

 

Jangan anggap remeh bahaya suku cadang palsu. Sayangi mobil agar Anda dan keluarga tetap aman dan nyaman selama berkendara, serta harga jual kembali mobil pun tetap tinggi.

Berita Terkait

Author

What (apa), Who (siapa), When (kapan), Where (dimana), Why (kenapa), dan How (bagaimana). Suka kecepatan dan ketinggian. I am @arristoocrazy!