Jalan Basah di Awal Hujan Lebih Berbahaya, Mitos atau Fakta?

By Reka Harnis - Maret 31, 2021

Jalan basah akibat guyuran hujan tentunya akan menjadi licin. Namun benarkah jalan basah di awal hujan lebih berbahaya?

jalan basah

Saat hujan turun, beberapa kendaraan akan melambatkan lajunya akibat kondisi jalan yang licin. Namun, pernahkah kamu mendengar anggapan kalau jalan basah di awal hujan lebih berbahaya?

Hal tersebut tidak sepenuhnya salah, pada dasarnya daya cengkram ban terhadap aspal yang basah memang akan berkurang.

Selain itu, air hujan yang baru turun akan mengangkat minyak atau oli dari dalam pori-pori aspal ke permukaan yang berasal dari polutan asap knalpot kendaraan yang meninggalkan residu minyak.

Ditambah kalau ada kebocoran oli atau bahan bakar kendaraan yang menetes ke permukaan jalan.

Baca juga: Kaca Mobil Retak, Sebaiknya Diperbaiki atau Diganti?

Lebih lanjut, saat jalanan dalam kondisi kering sebenarnya minyak akan menyerap lebih cepat ke dalam pori-pori aspal sehingga tidak terlihat oleh kasat mata.

Namun, saat air hujan baru turun dan membasahi permukaan jalan, lapisan minyak akan naik ke atas dan langsung mengalami kontak dengan tapak ban.

Karena massa jenis air lebih berat dari minyak, otomatis minyak akan berada di atas air dan membuat jalan basah di awal hujan lebih berbahaya dan licin.

Lain halnya jika hujan turun deras dan sedikit lebih lama, lapisan minyak akan tersapu dan jalan hanya disebabkan oleh air.

Oleh karena itu, saat melintas di jalan basah, pengendara perlu menyesuaikan cara mengemudi seperti yang dijelaskan di bawah ini.

rem tidak blong

Jarak pengereman

Dalam kondisi jalan basah, penting untuk memperhitungkan jarak pengereman. Lintasan yang basah membuat permukaan kurang traksi sehingga jarak pengereman jadi lebih panjang.

Dengan mengurangi kecepatan dan menjaga jarak pengereman, maka dapat mengantisipasi mobil selip.

Sebagai informasi, jarak pengeraman saat kondisi jalan normal adalah sekitar 3 detik, sementara saat hujan atau jalan licin diperpanjang menjadi 4-5 detik, tergantung kondisi.

rem darurat

Batasi kecepatan

Saat mengemudi di jalan basah atau guyuran hujan, pastikan mobil kamu melaju dengan kecepatan rendah agar terhindar dari hydroplaning atau kehilangan kendali saat melintasi jalan dengan genangan air.

Baca juga: Apa Alasan Lubang Baut Pelek Mobil Jumlahnya Berbeda?

Nyalakan lampu utama

Kemudian, jarak pandang mungkin akan sedikit terganggu ketika berkendara saat hujan. Untuk itu, pengendara disarankan untuk menyalakan lampu utama meski sedang berkendara di siang hari.

Hal ini berguna untuk meningkatkan visibilitas dan memberikan tanda kepada pengemudi lain agar mobil kamu tetap terlihat.

Berita Terkait

Author