Istilah-istilah Investasi Saham yang Bikin Kamu Makin Expert

Mau investasi saham? Yuk cari tahu beberapa istilah investasi saham berikut ini.

istilah investasi saham

Buat para pemula yang baru ingin mencoba investasi saham, yang harus dipersiapkan tidak hanya dananya saja. Ada banyak istilah investasi saham yang harus dipahami.

Apalagi, sebagian besar istilah-istilah tersebut menggunakan Bahasa Inggris yang sifatnya universal, karena dipakai di pasar modal berbagai negara.

Oleh karena itu, kamu perlu memahami beberapa istilah investasi saham agar mampu menjalankannya dengan baik.

Apa saja istilahnya? Berikut daftar serta penjelasannya.

Efek dan Emiten

Efek merupakan surat berharga yang diperjual-belikan dalam pasar modal. Contohnya seperti saham, obligasi, dan surat pengakuan utang.

Baca juga: 4 Faktor yang Dipertimbangkan Investor dalam Berinvestasi

Sementara itu, emiten adalah pihak atau perusahaan yang menawarkan efek kepada investor melalui penawaran umum (terbuka untuk publik).

IPO, Listing dan Delisting

Selanjutnya, IPO adalah kepanjangan dari Initial Public Offering, yaitu penawaran perdana sebuah perusahaan yang baru terdaftar di bursa efek. 

Kemudian, listing merupakan pencatatan perusahaan di papan bursa, sedangkan delisting merupakan penghapusan perusahaan dari papan bursa.

Jenis saham berdasarkan kapitalisasi pasar

Selain istilah investasi saham, ada beberapa istilah jenis saham yang umum digunakan di dunia investasi. Berikut jenis saham berdasarkan kapitalisasi pasar.

Saham lapis satu atau yang dikenal dengan blue chip adalah saham yang memiliki harga tinggi, volatilitas yang cenderung rendah, dan punya fundamental perusahaan yang kuat.

Lalu, memiliki kapitalis pasar di atas Rp10 triliun. Saham blue chip punya peran menggerakan IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan).

Baca juga: Auto Paham! Begini Cara Membaca Grafik Saham untuk Pemula

Setelah itu ada saham middle cap yang merupakan saham lapis kedua dengan kapitalis pasar antara Rp500 miliar sampai Rp10 triliun.

Saham jenis ini harganya cenderung stabil dan dikategorikan saham perusahaan yang masih berkembang.

Pada saham lapisan tiga terdapat istilah small cap, yang memiliki kapitalis pasar di bawah Rp500 miliar.

Saham ini punya volatilitas tinggi dan jadi incaran spekulan untuk dimainkan harganya, sering juga disebut saham gorengan.

Bullish dan bearish

Istilah dalam investasi saham lain yaitu bullish, yang berarti kondisi di mana harga saham cenderung bergerak naik atau mengalami penguatan harga dalam periode tertentu.

Baca juga: Fintech Adalah Solusi Keuangan Masa Kini, Benarkah Begitu?

Sebaliknya, bearish adalah kondisi di mana harga saham cenderung turun trennya.

Capital gain dan capital loss

Capital gain adalah keuntungan yang didapat saat penjualan saham. Keuntungan ini bisa diperoleh saat harga jual saham lebih tinggi dari harga beli, sehingga selisihnya besar.

Baca juga: Tips Memilih Waktu yang Tepat untuk Investasi Saham

Sedangkan capital loss adalah selisih negatif yang didapatkan karena harga jual saham lebih rendah dari harga belinya dulu alias mengalami kerugian.

Profit taking, cut loss, stop loss

Profit taking merupakan aksi pengambilan keuntungan oleh para investor dengan cara menjual seluruh atau sebagian saham yang dimilikinya saat harganya lebih tinggi dari harga beli.

Sedangkan cut loss adalah upaya investor untuk meminimalisir kerugian yang lebih besar dengan cara menjual saham di bawah harga pembelian. 

Baca juga: Honda Monkey untuk Investasi, Berapa Harganya Sekarang?

Stop loss berarti teknik memasang order yang dibaca otomatis oleh sistem pada saat harga saham menyentuh level tertentu.

Dividen

Istilah investasi saham yang satu ini mungkin sudah cukup familiar. Dividen merupakan bagian dari laba perusahaan yang ditetapkan oleh direksi di rapat pemegang saham untuk dibagikan ke pemegang saham.

Baca juga: 5 Jenis Investasi untuk Pemula, Bisa Cuan dan Minim Risiko

Pembayarannya akan diatur berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Adanya pembagian dividen cukup ditunggu-tunggu bagi yang telah memegang saham di perusahaan besar karena bisa jadi menambah pundi-pundi keuntungan saham.

Auto reject, suspend, halting

Auto reject merupakan penolakan secara umum oleh Jakarta Automated Trading System (JATS) terhadap penawaran jual atau permintaan beli karena harganya melampaui batas yang ditetapkan oleh bursa.

Baca juga: Mengenal Pentingnya Inklusi Keuangan dan Manfaatnya

Ada lagi suspend, yaitu penghentian perdagangan saham yang ditarik oleh JATS secara sementara karena adanya kenaikan atau penurunan tajam harga saham tersebut.

Ketiga adalah halting, yang merupakan penghentian seluruh perdagangan saham selama 30 menit karena kenaikan atau penurunan IHSG dalam batas tertentu.

Nah, dengan mengetahui sejumlah istilah investasi saham beserta pengertiannya, semoga kamu mampu berinvestasi dengan baik dan menghasilkan keuntungan ya.