Ikatan Emosional Pemenang Modifikasi BMW Bimmers Junction 2018

By Arris Riehady - September 4, 2018

BMW E30 318i bisa dibilang merupakan mobil era 90an yang hingga kini masih banyak diburu, baik untuk koleksi, restorasi, hingga modifikasi.

 

Desain interiornya timeless, kompak, eksklusif, dan mesin yang “bandel” adalah sedikit alasan mengapa hingga kini mobil tersebut banyak diminati.

 

Salah satu pemilik yang mengidamkan mobil ini dan berhasil mengembalikan kedigdayaan BMW E30 318i adalah Angga Raditya (@anggarecaro). Tidak hanya itu, ia pun memiliki ikatan emosional dengan mobil kesayangannya ini.

 

Konsep OEM

“Ya, basic-nya adalah BMW E30 318i tahun 1991 dengan mesin M40 B18. Mobil ini selesai direstorasi sekitar bulan Juli lalu dan ikut event Bimmers Junction 2018, kebetulan juga menang kategori Best OEM (Original Equipment Manufacturer). Sesuai dengan konsep yang saya usung di mobil ini,” kata Angga.

 

Konsep modifikasi dari mobil ini adalah OEM. Sang pemilik menginginkan mobilnya ini seperti benar-benar keluar dari pabrik. Jadi, semua yang ada di BMW 318i ini dibuat dan ganti dengan yang baru. Mulai dari sasis, kaki-kaki, bodi, hingga mesin.

 

Menurut Angga, sebelum dimodifikasi, mobil ini kebetulan dalam kondisi bagus dan full orisinil. Tapi dengan kondisi seperti itu, saya ingin lebih bagus lagi.

 

Angga ingin mobil tersebut seperti mobil yang benar-benar baru keluar dari pabrik walau sebenarnya mobil bekas. Hal tersebut karena rasa penasaran bagaimana rasanya memiliki dan mengendarai mobil yang benar-benar baru keluar dari pabrik.

 

Untuk modifikasi pada BMW E30 318i ini, Angga hanya melengkapi yang optional dan sesuai yang ada di katalog, seperti aksesoris, body kit, dan sistem komputer. Ada juga yang after market, seperti lampu depan saya pakai lampu merek Hella lengkap dengan wiper, velg merek BBS, lingkar kemudi merek Italvolanti, dan spoiler ducktail merek Hartge.

 

Lama pengerjaan

Karena serba baru semua, mulai dari sasis, kaki-kaki, bodi, hingga mesin, pengerjaan mobil ini memakan waktu hampir satu tahun. Pengerjaan paling menyita waktu itu ada di bagian sasis, karena harus benar-benar presisi dan detail. Pengerjaan sasis sendiri empat hingga enam bulan agar betul-betul sempurna.

 

“Kendala yang utama adalah mencari aksesoris yang orisinal karena susah sekali mendapatkannya. Ini juga salah satu yang menyita waktu. Saya juga harus sangat sabar supaya lengkap,” ujar Angga.

 

Tak jarang Angga juga harus memesan dan membeli part dan aksesoris tersebut dari luar negeri karena tidak ada yang jual di sini.

 

Kendala selanjutnya, ditambahkan Angga ada di pengerjaan sasis. Memperbaharui sasis yang mulai keropos, penyakit utama BMW E30, dan terpaksa harus buat menggunakan plat yang baru, dengan cetakan dan detail seperti mobil baru

 

Biaya yang dikeluarkan sekitar Rp 170 juta. Itu pun belum sempurna, Angga masih ingin mengganti karet pintu dan menambahkan peredam untuk mesin.

 

“Pengerjaan mobil ini sepenuhnya saya serahkan ke Key Auto, bengkel spesialis BMW E30 yang lokasinya berada di Jalan BDN Raya, Cipete, Jakarta Selatan. Bengkel ini sudah benar-benar paham masalah BMW E30, mulai dari sasis, bodi, hingga warna. Jadi saya percaya sekali!” kata Angga.

 

Ikatan emosional

“Saya juga belum mau jual karena mobil ini adalah impian saya. Dari dulu saya ingin sekali punya mobil baru yang dibuat dengan tangan saya,” cerita Angga.

 

Angga juga bercerita dirinya juga punya ikatan emosional dengan mobil tersebut.

 

“Almarhum ayah saya menghembuskan nafas terakhirnya di mobil ini, tepatnya di jok belakang, saat dalam perjalanan ke ICU. Itulah mengapa saya masih tetap mempertahankan mobil ini,” cerita Angga dengan mata sedikit berkaca-kaca.

 

Angga bercerita, dirinya sangat ingin mobil BMW, tapi ayahnya mengingatkan bahwa merawat BMW itu ribet. Melalui mobil ini dia ingin buktikan kalau tidak seperti itu.

 

“Akhirnya saya beli mobil ini karena mesinnya terkenal bandel,” ucap Anga.

 

Menurut Anga, sebelum mobil tersebut jadi seperti sekarang, sudah ada yang pernah ingin membeli dengan harga Rp 150 juta. Tapi tidak jual karena ingin melihat hasil akhirnya seperti apa. Kemudian setelah mobil ini jadi, orang tersebut tidak jadi beli karena menurutnya terlalu mahal.

 

Penasaran berapa harga BMW E30 318i milik Angga ini?

 

Fotografer: Faringga Eka Putra

 

Berita Terkait

Author

What (apa), Who (siapa), When (kapan), Where (dimana), Why (kenapa), dan How (bagaimana). Suka kecepatan dan ketinggian. I am @arristoocrazy!