Harga Satu Mobil Balap Formula 1 Seharga Satu Tower Apartemen?

08 May 2019

F1 dikenal sebagai olahraga yang mahal. Apakah Anda bisa menebak berapa biaya yang dibutuhkan untuk membangun sebuah mobil F1?

Apakah Anda pernah mendengar harga setir mobil menembus angka Rp 1 miliar? Atau menemukan harga wing (sayap) mobil seharga Rp 2 miliar lebih? Jika belum, selamat datang di Formula 1 (F1), olahraga paling mahal di jagad raya.

 

Uang puluhan miliar rupiah saja belum cukup untuk membangun sebuah mobil F1. Dibutuhkan dana beratus-ratus miliar rupiah untuk menjadikan mobil F1 layak diadu di lintasan balap. Itu pun tidak ada jaminan selalu menang.

Belum lagi biaya untuk riset, pengembangan, gaji kru, gaji pembalap, biaya produksi, biaya operasional, dan lain sebagainya.

 

Mungkin, angka fantastis tersebut tidak masalah bagi tim-tim besar seperti Ferrari atau McLaren. Tetapi, bagi tim kecil, itu adalah persoalan berat.

 

Penasaran? Berikut infomasi tentang estimasi biaya yang dibutuhkan dalam membangun sebuah mobil F1.

 

Mesin

Mesin merupakan komponen paling penting yang berada di dalam F1. Setiap tim berlomba-lomba untuk meracik mesin yang bertenaga sehingga dapat memberikan kecepatan yang cukup untuk mengantarkan pembalap dan konstruktor menjadi juara.

 

Oleh karena itu, biaya yang dikeluarkan oleh tim F1 untuk membangun sebuah mesin bertenaga 1.6-liter turbo-charged V6 cukup mahal, sekitar 8 sampai 10,5 juta dolar AS (Rp 150 miliar), tergantung dari kebutuhan tim.

 

Namun, harga tersebut bisa melonjak sampai sekitar 14 juta dolar AS atau Rp 200 miliar lebih, apabila sebuah tim menginginkan mesin yang lebih kencang.

 

Mahalnya biaya mesin F1 bukan hanya dihitung dari materialnya saja, tetapi juga mencakup penelitian, pengembangan, penggunaan teknologi, dan biaya lainnya.

 

Lalu, yang perlu diketahui adalah, umur mesin F1 tidak seperti mesin mobil pada umumnya yang bisa dipakai sampai dengan puluhan tahun. Rata-rata, mesin jet darat ini hanya dapat bertahan sampai 7 balapan saja. Jadi, mau tidak mau harus diganti.

 

Gearbox

Gearbox yang terdapat di dalam F1 terbuat dari karbon titanium, yang memiliki transmisi semi otomatis dengan total 9 kecepatan, yaitu delapan gigi maju dan satu gigi mundur. Biasanya, pergantian kecepatan dikontrol oleh tombol yang terdapat pada setir F1.

 

Biaya yang dikeluarkan oleh sebuah tim F1 ketika membangun gearbox adalah sekitar 450 ribu dolar, sama dengan Rp 6,4 miliar lebih. Namun, itu belum termasuk biaya upgrade agar gearbox bisa mencapai performa yang lebih tinggi.

 

Biayanya bisa mencapai 160 ribu dolar, atau sekitar Rp 2,2 miliar.

 

Setir

Selain tim konstruktor, setir adalah otak dibalik kesuksesan pembalap F1 meraih kemenangan saat berlaga di sirkuit. Hampir semua kontrol F1 berada di dalam setir, dari pergantian transmisi, switch radio, fitur pit stop, sampai dengan fitur untuk menyalip ada di setir F1.

 

Oleh karena itu, biaya yang dikeluarkan untuk membuat sebuah setir F1 tidak main-main. Sebuah tim bisa menggelontorkan dana sebesar 60 ribu sampai 100 ribu dolar (Rp 875 juta – Rp 1,4 miliar), tergantung kebutuhan pembalap.

 

Ban

Ban adalah satu-satunya komponen F1 yang akan memberikan daya cengkram langsung ke aspal. Ada lima tipe ban yang dipasok oleh Pirelli di balapan F1, yaitu tipe superhard, hard, medium, soft, dan supersoft.

 

Kelima ban tersebut dibedakan dengan warna pada dindingnya. Tipe superhard menggunakan warna orange, lalu hard diberikan warna hijau, sedangkan medium berwarna putih. Dua ban lainnya, yaitu soft dan supersoft, masing-masing mendapatkan warna kuning dan merah.

 

Rata-rata, satu ban F1 harganya adalah 1.715 dolar AS, jika dijadikan Rupiah adalah sekitar Rp 24,5 juta, atau seharga 1 motor Honda Vario 150.

 

Sayap depan dan belakang

Terakhir adalah sayap, yang membantu F1 untuk mendapatkan keseimbangan berkendara, terlebih saat berbelok. Pada bagian depan, sayap F1 akan menyatu dengan nose cone, yaitu sebuah corong yang berfungsi sebagai sistem aerodinamika.

 

Harga dari sayap depan dan nose cone adalah sekitar 160 ribu dolar AS atau Rp 2,87 miliar. Sedihnya, harga tersebut belum termasuk dengan sayap belakang. Jadi, tim harus merogoh kantong lebih dalam lagi untuk menambahkan sayap belakang pada F1.

 

Harga dari sayap belakang F1 adalah sekitar 150 ribu dolar AS (Rp 2,14 miliar), termasuk dengan Drag Reduction System (DRS), yaitu sebuah fitur yang membantu mobil mendapatkan kecepatan lebih saat berada di lintasan lurus.

 

Jika Anda pernah melihat sayap belakang F1 membuka dan menutup saat balapan, itu merupakan kinerja dari DRS, yang diatur oleh pembalap lewat tombol di setirnya.

Masih banyak lagi komponen F1 yang harganya selangit, seperti sasis (650 ribu dolar AS), tangki bahan bakar (110 ribu dolar AS), sistem pendingin (160 ribu dolar AS), hidrolik (160 ribu dolar AS), dan ribuan komponen lainnya.

 

Total, biaya yang dikeluarkan suatu tim untuk membangun mobil F1 rata-rata mencapai 15,52 juta dolar AS, atau sekitar Rp 221 miliar. Biaya tersebut sebanding dengan harga rumah aktor Hollywood, Leonardo DiCaprio, yang dijualnya pada tahun 2012 lalu atau harga satu tower apartemen tipe studio di pinggiran Jakarta.

 

Seperti dilansir DetikFinance, harga apartemen Cimanggis City yang berlokasi di Depok, 1 unit bertipe studio harganya sekitar Rp 250 juta.

 

Jika dihitung, uang Rp 200 miliar lebih ternyata bisa membeli 819 unit apartemen tipe studio Cimanggis City di depok. Angka itu setara 1 tower. Sebab pengembang Cimanggis City membangun 2 tower dengan total unit sebanyak 1.600 unit apartemen dan kios.

 

Harga mobil balap F1 itu bisa jadi lebih dari Rp221 miliar, karena tim-tim F1 tertutup tentang biaya yang telah dikeluarkan dan pastinya akan naik setiap tahun. Tidak semua tim membutuhkan biaya yang sama untuk membangun mobil mereka.

 

Jika Anda punya uang Rp 221 miliar mending dibeli apa ya?

SHARE