Fintech Adalah Solusi Keuangan Masa Kini, Benarkah Begitu?

Sebagian orang berpendapat bahwa fintech adalah solusi keuangan masa kini. Yuk, kenali apa itu fintech serta jenisnya.

fintech adalah

Beberapa tahun terakhir, fintech atau finansial teknologi tengah populer di dunia keuangan. Sederhananya, fintech adalah pemanfaatan teknologi di bidang keuangan.

Mungkin kamu sudah mulai melihat atau sudah menggunakan aplikasi keuangan untuk melakukan transaksi saat berbelanja di e-commerce.

Nah, aplikasi tersebut bisa dikatakan merupakan bagian dari fintech. Lantas, apa pengertian, manfaat, dan jenis fintech?

Yuk, simak penjelasannya berikut ini

Apa itu fintech?

Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), fintech adalah sebuah inovasi di bidang jasa keuangan yang memanfaatkan penggunaan teknologi modern. 

Baca juga: Bedanya UMKM, UKM dan Start-up buat Para Calon Entrepreneur

Inovasi teknologi tersebut berguna untuk mempercepat transaksi jual beli, sistem pembayaran, dan berbagai aspek pelayanan finansial lainnya sehingga lebih efisien.

Karena berbasis teknologi, jasa keuangan mampu memberikan layanannya secara online yang bisa diakses oleh banyak orang.

Dari tahun ke tahun, pengguna fintech terus berkembang. Berdasarkan data dari Bank Dunia, awalnya pengguna fintech pada tahun 2007 hanya 7% yang kemudian berkembang jadi 20% di tahun 2011.

Lalu, 10 tahun kemudian atau pada 2017 pengguna fintech mencapai 78% dengan perusahaan yang tercatat sebanyak 135-140 perusahaan.

Total transaksi yang dihasilkan fintech di Indonesia diperkirakan mencapai Rp202,77 triliun.

Manfaat fintech

Kehadiran fintech memberikan manfaat bagi masyarakat dan pelaku UMKM, serta mendorong pereknomian negara. Berikut sejumlah manfaatnya.

Baca juga: Tips yang Bikin Kamu Mandiri Secara Finansial di Usia Muda

  1. Kemudahan bagi masyarakat untuk urusan finansial karena transaksi perbankan atau pembayaran tagihan bisa dilakukan lewat fintech di handphone.
  2. Masyarakat atau pengusaha UMKM bisa mendapatkan pinjaman modal lebih cepat dengan biaya bunga rendah. 
  3. Mendukung inklusi keuangan yang sampai saat ini baru mencapai 49%. Dewan Nasional Keuangan Inklusi telah menargetkan inklusi keuangan sebesar 75%.

Jenis finansial teknologi

Finansial teknologi punya beragam layanan yang diklasifikasikan menjadi empat jenis menurut Bank Indonesia. Berikut jenisnya.

1) Peer-to-peer lending dan crowdfunding

Peer-to-peer (P2P) lending merupakan fintech yang menyediakan layanan pinjaman uang. Masyarakat atau pemilik usaha dapat melakukan pinjaman dengan prosedur yang tidak berbelit-belit.

P2P lending dapat mempertemukan pihak yang membutuhkan dana dengan investor (pihak peminjam) secara online. Contoh P2P lending yang ada di Indonesia seperti KoinWorks dan Investree.

Baca juga: Auto Paham! Begini Cara Membaca Grafik Saham untuk Pemula

Sementara crowdfunding adalah model penggalangan dana yang dapat dilakukan melalui platform fintech dan sedang populer di berbagai negara.

Salah satu contoh start-up fintech crowdfunding di Indonesia adalah Kitabisa.com.

2) Payment, clearing, dan settlement

Jenis finansial teknologi ini memberikan layanan sistem pembayaran baik yang dilakukan oleh perbankan maupun Bank Indonesia, seperti Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-RTGS).

Kemudian, e-wallet dan payment getaway termasuk dalam fintech jenis ini.

Manajemen risiko dan investasi

Kemudian ada fintech manajemen risiko dan investasi, yanng menawarkan layanan perencanaan keuangan seperti robo advisor.

Pengguna bisa memantau, membuat perencanaan finansial, serta melakukan investasi dengan mudah.

Contoh perusahaan finansial teknologi manajemen risiko dan investasi yang ada di Indonesia adalah Bibit, Bareksa, dan Cekpremi.

Market aggregator

Kalau fintech yang satu ini merupakan portal yang mengumpulkan berbagai informasi terkait keuangan.

Informasi yang disediakan adalah perbandingan produk keuangan seperti kartu kredit, asuransi, investasi.

Baca juga: 5 Film dan Drama Korea yang Bikin Kamu Ngerti Keuangan

Melaui platform ini, masyarakat dapat mencari informasi dan dapat mengambil keputusan mengenai pilihan produk finansial yang tepat baginya. Contoh market aggregator fintech adalah CekAja dan Cermati.

Jadi, keberadaan fintech sebenarnya sudah sangat dekat dengan kebutuhan finansial kita sehari-hari. 

Bisa jadi akan terus berkembang mengikuti kebutuhan manusia di masa depan. Kamu sudah menggunakan fintech jenis apa saja nih?