Film Joker, Banjir Pujian Sekaligus Menuai Kontroversi

03 October 2019

Untuk pecinta DC Universe, film Joker adalah yang paling ditunggu. Bukan karena akting ciamik dari Joaquin Phoenix tapi kontroversi di belakangnya. Apa saja?

Joker

Film Joker adalah salah satu film yang paling ditunggu-tunggu pecinta DC Universe di Indonesia. Terlebih saat Film Joker keluar sebagai pemenang dalam ajang Golden Lion Award di Venince Film Festival dan mendapat standing applause selama delapan menit penanyangan.

 

Selain itu, nama Joaquin Phonenix pun menjadi perbincangan karena aktingnya yang ‘pecah’ saat memerankan karakter Joker tersebut.

 

Baca  juga: Catat! Festival Bulan Oktober 2019 yang Wajib Dikunjungi

 

Akhirnya, setelah kabar baik soal penghargaan yang didapat, Joker dipastikan tayang bulan ini. Film Joker resmi diputar di bioskop kesayangan pada Selasa kemarin (9/10). Ulasan, fakta, dan rating dari film Joker juga keluar sangat cepat di Internet.

 

Namun ternyata, tak hanya tanggapan positif saja yang dikantong oleh sutradara Todd Phillips dan tim. Melainkan, respon kontroversional yang turut bertebaran saat rilisnya film tersebut.

Sinopsis Joker

Arthur Fleck (diperankan oleh Joaquin Phoenix) adalah anak dari Penny Fleck yang berprofesi sebagai badut di perusahaan hiburan swasta yang ada di Kota Gotham. Ia sangat mencintai pekerjaannya sebagai badut karena dapat menghibur orang lain.

 

Apalagi, ibunya selalu berkata bahwa ia tidak boleh bersedih atau menunjukkan muka masam. Ia harus bahagia di tengah kehidupan Gotham yang kacau dengan ketimpangan ekonomi yang parah.

 

Arthur paham betul dirinya tidak baik-baik saja. Ia mengidap gangguan jiwa dan berusaha  untuk tidak menunjukkan hal itu kepada ibunya, termasuk kesulitan hidup yang ia alami. Arthur selalu tersenyum dan ingin terus menghibur orang.

 

Baca juga: Deretan Artis Berdarah Indonesia di Panggung Internasional

 

Namun di tengah usaha yang dilakukan, Arthur mendapati sejumlah fakta mengenai dirinya sehingga membuat ia semakin tak stabil, terpuruk, dan hilang kendali.

film joker

Tidak seperti dalam komik

Meskipun tokoh Joker hadir sebagai musuh Batman, yang berasal dari serial komik, tapi bukan berarti film tersebut pure mengikuti cerita aslinya.

 

Todd sangat piawai memainkan emosional penonton melalui karakter Arthur dan musik-musik yang hadir di sepanjang film. Musik itu seolah membicarakan nada kesedihan yang terpendam dalam diri Arthur.

 

Perpaduan keduanya berhasil menghadirkan sisi lain yang cukup terlihat bengis, tapi saat sampai di puncak konflik, Anda mungkin akan dibungkam dan setuju dengan apa yang dilakukan Arthur.

 

Baca juga: Koleksi Generasi 90an yang Pernah Hits dan Penuh Kenangan

 

Dengan begitu, mungkin saja sosok Batman, pahlawan masa kecil kita, akan berganti dengan sosok comedian Joker yang sakit jiwa.

 

Selain itu, visual yang digambarkan dalam Joker juga sukses menyuguhkan genre thriller yang dark ala Joker sebelumnya. Saat itu, visualisasi Joker saat membunuh musuh-musuhnya digambarkan dengan sangat apik sehingga dapat membuat kita bergidik.

Joker dari masa ke masa

Sampai saat ini, ada sekitar enam orang aktor yang dipercaya memerankan karakter Joker tersebut. Di antara keenam orang itu, 4 orang berperan dalam live-action dan 2 lainnya menjadi pengisi suara.

 

Salah satu aktor yang pernah menjadi Joker dan mendapat pujian yang sangat baik ialah Heath Ledger, Jared Leto, dan Joaquin Phoenix. Heath Leader sempat dipuji dan disebut-sebut pantas memerankan Joker. Dalam dirinya, Joker hadir sangat lepas dan memukau.

 

Lain halnya dengan Jared. Jared banyak menuai kritik akibat peran joker yang tidak terasa hadir dalam dirinya. Malahan, hanya kesan glamour, punk, dan modis yang menggambarkan sosok Arthur tersebut.

 

Namun, saat tampil berperan sebagai Joker, dalam The Origin of Joker, Phoenix menuai berbagai pujian. Hal ini karena keberhasilannya dalam menampilkan segala sisi dark dari Joker melalui bahasa tubuh dan gaya tawa—yang persis seperti—mereka yang terkena gangguan jiwa.

 

Baca juga: Ini Tokoh Jagoan Indonesia yang Cocok Jadi Superhero

film joker

Pujian yang datang juga berbanding lurus dengan kritik kontroversional kepada film ini. Tak sedikit pengamat film dan pemerintahan di AS yang khawatir Film Joker bakal menjadi pemicu lahirnya gerakan radikal, seperti saat peristiwa di Aurora, Colorado beberapa tahun silam.

 

Meskipun begitu, bukan berarti kita tidak bisa menjadi penonton yang cerdas dalam menyaring pesan dari sebuah karya, bukan? Jadi, bagi Anda fans DC Universe dan penasaran dengan Joker, jangan lewatkan untuk menonton filmnya di bioskop kesayangan.

Author

Perempuan Canggih. Pemuja keharmonisan, puisi, dan filologi.

SHARE