Etika Menyalakan Lampu Sein, Hati-hati Salah Arah

Sering kesal ada yang sein kiri tapi belok ke kanan di jalan raya? Sebelum berkendara, simak etika menyalakan lampu sein berikut ini.

lampu sein

Lampu sein merupakan salah satu komponen terpenting dalam sebuah kendaraan. Meski bukan diperuntukkan sebagai alat bantu penerangan, pengendara akan kesulitan berkomunikasi dengan pengguna jalan lainnya bila kendaraan tidak dilengkapi dengan lampu sein.

Lampu sein berfungsi sebagai indikator atau tanda peringatan ketika kamu hendak melakukan suatu manuver, seperti berbelok atau pindah jalur.

Lampu sein juga identik dengan warna kuning atau jingga yang berkedip-kedip ketika diaktifkan.

Baca juga: Kenapa Lampu Sein Berkedip sedangkan Lampu Rem Tidak?

Perlu dicatat, penggunaan lampu sein tertuang dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Pada pasal 112 di UU tersebut dikatakan, pengemudi kendaraan yang akan berbelok atau berbalik arah wajib mengamati situasi Lalu Lintas di depan, samping, dan belakang, serta memberikan isyarat dengan lampu penunjuk arah atau isyarat tangan.

Sebagian besar dari kamu pasti sudah mengerti jika lampu sein berkedip ke sebelah kanan atau kiri artinya pengendara akan berbelok atau melaju ke arah yang sama. Termasuk ketika menyalip kendaraan lain.

Tetapi, kamu mungkin pernah dibuat kesal oleh perilaku pengendara yang menyalakan sein kiri namun bermanuver atau berbelok ke kanan.

Baca juga: Jangan Asal Nyalakan, Begini Aturan Pakai Lampu Hazard

Nah supaya tidak bikin kesal pengendara lain, simak dulu yuk etika menyalakan lampu sein berikut ini.

Etika Nyalakan Lampu Sein

Kenapa lampu sein berkedip?

Bukan tanpa alasan, lampu sein berkedip karena sudah menjadi bahasa otomotif standar internasional, baik konvensional maupun lampu LED.

Kedipan yang dihasilkan lampu sein mampu menarik perhatian sehingga pengguna jalan lain bisa lebih waspada dan tahu apa yang harus dilakukan saat kendaraan di depannya memberikan sinyal melalui lampu sein.

Baca juga: Etika dan Aturan Lampu Jauh, Jangan Bikin Orang Lain Silau

Hal tersebut juga dibuat supaya tidak terjadi kekeliruan bagi pengguna jalan lain yang menerima tanda dari lampu sein dan lampu rem.

Melakukan ubahan pada warna pada lamu rem dan lampu sein dapat membuat pengendara lain salah pengertian atau keliru dan beresiko terjadinya kecelakaan.

Baca juga: 6 Cara Merawat Mobil yang Parkir Tanpa Garasi

Jadi, jangan lupa perhatikan etika menyalakan lampu sein saat berkendara, supaya kamu dan pengguna jalan lain bisa berkendara dengan aman dan nyaman, serta minim resiko kecelakaan.

Penulis: Shatya Agung Wicaksana