Cara Menukar Uang Rusak di Bank Beserta Syaratnya

Bagi yang ingin tahu cara menukar uang rusak dengan uang yang layak, simak syarat lengkapnya di artikel berikut ini.

menukar uang rusak

Cara menukar uang rusak sebenarnya cukup mudah dan bisa dilakukan di Bank Indonesia. Prosesnya juga tidak memakan waktu lama.

Apabila kamu memiliki uang dengan kondisi rusak atau sudah tidak layak, sebaiknya jangan dibuang atau tetap digunakan sebagai alat transaksi.

Baca juga: Daftar Kode Bank dan Alasan Transfer Antar Bank Butuh Kode

Uang tersebut masih bisa ditukarkan dengan uang yang layak edar dan dapat digunakan kembali untuk transaksi.

Lantas, bagaimana cara menukar uang rusak di bank? Berikut tata caranya beserta syarat penukarannya.

Syarat menukar uang yang rusak

Sebelum mengetahui bagaimana cara menukar uang rusak, kamu perlu tahu terlebih dahulu bahwa tidak semua uang rusak bisa ditukarkan.

Syarat menukar uang rusak adalah masih memiliki kondisi dua per tiga utuh.

Artinya, bagian uang yang rusak atau sobek hanya sepertiga bagian atau 33 persen dari keseluruhan uang. Jika lebih dari itu, uang rusak tidak bisa ditukar.

Baca juga: Utang Menumpuk Bikin BI Checking Jelek? Ini Penjelasannya

Uang yang terkoyak jadi dua bagian terpisah juga masih bisa ditukarkan dengan uang baru. Kalau uang sudah terkoyak lebih dari dua bagian, tidak dapat ditukar.

Selain itu, uang dalam kondisi lusuh, cacat, berlubang, terdapat coretan, dan diselotip dapat ditukarkan pula selama masih bisa dikenali keasliannya.

Uang-uang tersebut sebaiknya ditukar karena termasuk dalam kategori uang yang tidak layak edar.

Baca juga: Mengenal Pentingnya Inklusi Keuangan dan Manfaatnya

Yang paling penting, uang rusak tersebut masih dapat ditukarkan selama nomor seri yang tertera masih lengkap dan keaslian uang dapat dikenali.

Khusus uang yang sudah robek menjadi dua bagian, bagian uang yang terpisah harus memiliki nomor seri yang sama. Jika nomornya berbeda, maka tidak bisa ditukar.

Pastikan uang rusak yang akan ditukarkan merupakan uang yang masih berlaku. Apabila uang sudah ditarik dari peredaran, pastinya tidak dapat ditukarkan.

Cara menukar uang rusak

Penukaran uang rusak dapat dilakukan di seluruh kantor Bank Indonesia (BI) dan bank umum yang melayani penukaran uang. Berikut tata cara menukar uang rusak di bank.

  1. Bawa uang rusak yang masih memenuhi syarat.
  2. Kunjungi kantor BI atau bank umum yang melayani penukaran uang.
  3. Serahkan uang rusak yang ingin ditukarkan ke petugas.
  4. Petugas akan melakukan scanning terhadap uang yang dibawa.
  5. Jika uang rusak memenuhi persyaratan, uang akan diganti dengan nominal yang sama.
  6. Namun jika uang tidak memenuhi persyaratan, kamu akan diminta untuk mengisi formulir pengajuan penelitian lebih lanjut.
  7. Jika kamu tidak ingin melakukan proses penelitian lebih lanjut, uang akan dikembalikan.

Baca juga: Uang Rp75 Ribu Bisa Digunakan untuk Transaksi, Benarkah?

Kamu juga bisa menukar uang rusak di bank tertentu, seperti Bank Mandiri, Bank BCA, Bank BNI, atau Bank BRI. Penukaran uang dapat dilakukan sesuai hari dan jam kerja masing-masing bank.

Untuk memastikan bank umum melayani penukaran uang rusak, sebaiknya hubungi pihak bank terlebih dahulu sebelum mendatanginya.

Baca juga: Mata Uang Resmi yang Pernah Berlaku di Indonesia Selain Rupiah

Seperti itulah cara menukar uang rusak beserta syaratnya.

Jadi, segera tukar uang rusak dengan uang yang layak edar agar bisa digunakan kembali untuk transaksi keuangan di manapun dengan legal.