Cara Melakukan Over Kredit Mobil, Jangan Sampai Salah

Bisa saja merugikan salah satu pihak, begini aturan dan cara over kredit mobil untuk penjual dan pembeli.

over kredit mobil

Over kredit mobil bisa terjadi karena banyak alasan, misalnya penjual mengalami masalah finansial karena butuh uang mendadak untuk kebutuhan mendesak atau sudah tidak sanggup melanjutkan pembayaran tiap bulan.

Sementara bagi pembeli, melakukan over kredit mobil adalah solusi untuk mendapat keringanan pembayaran, dari segi uang muka hingga cicilan.

Namun, proses over kredit mobil tidak sesimpel layaknya beli mobil kredit, baik baru atau bekas, apalagi membelinya secara tunai.

Baca juga: Ingin Jual Mobil yang Masih Kredit? Ini Caranya

Ada proses yang dilalukan agar tidak merugikan penjual, pembeli, dan tentunya tidak melanggar hukum dari pihak bank atau leasing.

Nah, bagaimana melakukan over kredit mobil yang benar? Begini caranya.

over kredit mobil

Aturan over kredit mobil

Saat melakukan jual beli over kredit mobil sebenarnya tidak boleh sembarangan. Sebab, ada peraturan resmi dari pemerintah yang mengaturnya, lengkap dengan sanksi.

Hal tersebut tertuang dalam Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia.

Baca juga: 5 Jenis Investasi Untuk Pemula, Bisa Cuan dan Minim Risiko

Pada Pasal 1, fidusia adalah pengalihan hak kepemilikan suatu benda atas dasar kepercayaan dengan ketentuan bahwa benda yang hak kepemilikannya dialihkan tersebut tetap dalam penguasaan pemilik benda.

Aturan over kredit tertuang dalam Pasal 23 Ayat 2 yang isinya pemberi fidusia dilarang mengalihkan, menggadaikan, atau menyewakan kepada pihak lain benda yang menjadi objek jaminan fidusia yang tidak merupakan benda persediaan, kecuali dengan persetujuan tertulis terlebih dahulu dari penerima fidusia.

Jika melanggar pasal tersebut, sanksinya ada di Pasal 36. Intinya, pelanggar akan dikenai hukuman pidana penjara paling lama 2 tahun dan denda paling banyak Rp 50.000.000.

over kredit mobil

Bukan kredit macet

Sebelum melakukan pembelian dengan skema over kredit, kamu sebagai pembeli mobil wajib memastikan kalau alasan penjual bukan gara-gara kredit macet.

Baca juga: Cara Mendorong Mobil bila Akinya Mati Tiba-tiba di Jalan

Kredit macet adalah kondisi di mana seseorang tidak bisa lagi melanjutkan pembayaran atau cicilan utang. Semakin lama tidak membayar, tentunya bunga dan denda semakin menumpuk.

Lama-lama, kerugian akan ada di kamu sebagai pihak pembeli karena harus menanggung bunga dan denda dari cicilan yang tidak terbayarkan.

Jika kamu memang tertarik dengan mobilnya, kamu dapat minta penjual menyelesaikan masalah keterlambatan bayar beserta bunga dan dendanya.

over kredit mobil

Tertib admistrasi

Kali ini adalah proses over kredit yang dapat merugikan pihak penjual. Jangan sampai karena butuh uang segera, penjual terlena dengan buaian pembeli, “tenang, cicilannya pasti selalu dibayar tepat waktu”.

Baca juga: Perbedaan Kode Rest Area A, B, dan C, Mana yang Lebih Luas?

Lalu, bagaimana jika pembeli mobil ingkar? Tentunya penjual yang terus akan dikejar oleh pihak bank atau leasing untuk tagihan cicilan tiap bulannya. Rugi bukan?

Oleh karena itu, jika menjual secara over kredit tidak hanya harus hitam di atas putih atau perjanjian, tetapi penjual juga harus melapor pada pihak bank atau leasing sebagai bentuk tertib administrasi

Jadi penjual dan pembeli sama-sama melapor pada pihak yang memberi kredit.

Nantinya pihak bank atau leasing akan menganalisa calon pembeli mobil sebagai orang yang bertanggung jawab meneruskan pembayaran.

Baca juga: Apa Itu Engine Mounting? Berikut Penjelasan dan Fungsinya

Perlu diingat, pihak bank atau leasing berhak menolak calon pembeli apabila dinilai tidak memenuhi syarat dari segi finansial atau pernah terlibat dalam kredit macet.

Syarat over kredit

Terdapat beberapa syarat over kredit mobil yang harus disiapkan oleh penjual dan pembeli.

Pembeli wajib menyiapkan beberapa dokumen seperti KTP dan Kartu Keluarga asli. Lalu rekening listrik/PBB/telepon, rekening tabungan tiga bulan terakhir, slip gaji, dan kartu NPWP asli.

Setelah ada persetujuan aplikasi pinjaman over kredit, penjual dan pembeli mobil harus menandatangani sejumlah dokumen, seperti akad kredit baru atas nama pembeli, biaya administrasi, dan asuransi kredit.

over kredit mobil

Cara menghitung over kredit mobil

Sebelum menerima over kredit mobil, kamu sebagai pembeli juga harus menghitung besaran biaya. Dari pembayaran awal sebagai ganti besaran uang muka dan cicilan yang sudah dibayarkan oleh penjual.

Baca juga: Mengenal Pentingnya Inklusi Keuangan dan Manfaatnya

Soal pembayaran ini wajib didiskusikan dengan kedua belah pihak sampai deal, agar tidak ada yang merasa dirugikan.

Jika ragu, pembeli dan penjual dapat berkonsultasi ke pihak bank atau leasing.

Walau bisa jadi solusi, over kredit harus memenuhi beberapa syarat, agar tidak merugikan berbagai pihak.