Cara Antisipasi Agar Cover Mobil Tidak Merusak Bodi dan Cat

Alih-alih banyak digunakan untuk melindungi, ternyata sarung atau cover mobil berpotensi merusak bodi dan cat. Begini cara menanggulanginya.

cover mobil

Sarung atau cover mobil banyak dipilih untuk menutupi mobil yang jarang digunakan agar terhindar dari paparan matahari, debu, bahkan hujan.

 

Ada beragam cara bisa dilakukan pemilik untuk melindungi bodi dan cat mobilnya walau jawang digunakan, misalnya dengan mencuci dan memoles minimal seminggu sekali.

 

Namun, menggunakan cover dianggap efektif dan praktis karena ketika mobil ingin digunakan tipa perlu dicuci atau poles.

 

Cover mobil pun sangat mudah didapatkan di penjual aksesoris hingga market place. Namun, pemilihannya juga mesti diperhatikan.

 

Baca juga: Jaga Cat Mobil Agar Tetap Awet di Musim Pancaroba

 

Apalagi belakangan ini banyak produsen yang menciptakan cover mobil dengan berbagai motif, warna, bahan, hingga harga. Sehingga mobil yang tertutup oleh covernya tampak lebih bergaya dan menarik.

 

Tapi, Anda sebagai pemilik mobil diharap lebih teliti lagi dalam memilih cover mobil. Sebab, salah memilihnya bisa menjadi petaka.

 

Bisa saja cover yang Anda gadang dapat melindungi bodi dan cat justru malah merusaknya.

 

Baca selanjutnya.

cover mobil

Baret halus dan jamur

Oh ya, cover mobil bisa saja menimbulkan baret halus dan jamur pada cat mobil.

 

Hal ini bisa terjadi jika Anda menggunakan cover berbahan parasut. Semakin lama, bahan parasut yang terpapar matahari akan keras yang berpotensi menimbulkan baret halus pada cat bahkan kaca.

 

Baca juga: Cara Merawat dan Menjual Mobil yang Jarang Dipakai Agar Menguntungkan

 

Sementara di musim hujan, karena bagian dalam yang lembab, bahan parasut pada cover dapat menimbulkan jamur.

 

Tidak hanya itu, pewarna yang digunakan pun berpotensi luntur. Terutama pada mobil dengan cat putih, pewarna dari cover dapat menempel sehingga merusak estetika eksterior mobil.

cover mobil

Cuci dulu

Potensi kerusakan bodi dan cat juga datang dari faktor lain. Misalnya ketika Anda usai menggunakan mobil, jangan buru-buru ditutup oleh cover.

 

Ada baiknya tunggu mesin dingin, lalu cuci hingga bersih.

 

Panas dari mesin menyebabkan uap yang kemudian bisa menyebabkan bahan cover mobil menempel pada cat, khususnya bagian kap tempat umum mesin berada.

 

Baca juga: Bonus yang Ditawarkan Dealer Kepada Pelanggan Saat Membeli Mobil Baru

 

Debu dan kotoran yang tertinggal pada mobil akan saling bergesekan dengan cover. Ini pun akan memicu timbulnya baret halus.

 

Begitu juga sehabis mobil terguyur hujan. Lakukan langkah yang sama sebelum menutupinya dengan cover. Bodi mobil yang basah langsung ditutup akan lembab, menyebabkan bercak putih dan jamur.

 

Baca selanjutnya.

cover mobil

Cover mobil aman

Lalu seperti apa menutupi dan cover mobil yang aman?

 

Cover mobil bisa dikatakan paling aman biasanya memiliki dua bahan berbeda untuk lapisan dalam dan luarnya.

 

Lapisan dalam disarankan bahannya seperti kain tebal atau micro fiber. Sedangkan lapisan luarnya parasut yang lembut.

 

Kombinasi bahan tersebut dipercaya tidak mudah lembab dan dan memnyerap panas serta kelembaban pada bagian dalamnya, sehingga dianggap lebih aman untuk bodi dan cat mobil.

 

Baca juga: Toolkit Mobil Wajib Saat Berkendara Dekat dan Jauh

 

Untuk perawatan, seperti yang tersebut di atas, sebelum mobil ditutup cover ada baiknya tunggu hingga mesin dingin, lalu cuci dan poles hingga bersih.

 

Selain itu, cover mobil pun perlu dibersihkan, khususnya bagian dalam yang langsung kontak dengan bodi dan cat mobil untuk meminimalisir timbulnya baret halus dan jamur.

 

Melindungi bagian eksterior mobil paling ideal adalah dengan memarkirkannya di tempat teduh, rajin mencuci dan poles, tidak lupa cover asuransi untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan.