Begini Sejarah Panjang Pelat Nomor Kendaraan di Indonesia

By Reka Harnis - November 17, 2020

Bagaimana awal mula penerapan pelat nomor kendaraan? Yuk, simak sejarah pelat nomor kendaraan berikut ini.

Sejarah pelat nomor di Indonesia

Pelat nomor di tanah air bermula di Pulau Jawa pada tahun 1811, tepatnya saat pasukan Inggris untuk pertama kalinya merebut Batavia dari tangan Belanda.

Ketika itu, Inggris mengirimkan 150 kapal perang dengan jumlah pasukan sekitar 15.600 tentara dan terdiri atas 26 batalion. Setiap batalion diberi kode huruf dari A–Z.

Usai menaklukkan Batavia, Inggris kemudian membuat aturan terkait berkendara, yaitu dengan memasangkan plakat bertanda huruf B pada setiap kereta kuda di Batavia yang diikuti dengan 5 digit angka dan diakhiri dengan huruf A.

Arti huruf A adalah Annex atau tambahan, atau huruf C yang artinya Cargo untuk kereta kuda yang khusus mengangkut barang.

Huruf B pada plakat atau pelat nomor berarti Batalion B. Hal ini karena pasukan Inggris yang berhasil menaklukkan Batavia adalah pasukan dari Batalion B.

Baca juga: Diklaim Rendah Emisi, Ini Beberapa Keuntungan Memiliki Mobil Listrik

Sementara untuk wilayah lain, hal yang sama juga diterapkan, setiap huruf pada setiap plakat menunjukkan identitas batalion yang berhasil menaklukan daerah tersebut.

Banten misalnya, yang menggunakan huruf A karena ditaklukkan batalion A, Surabaya menggunakan huruf L karena ditaklukkan batalion L, dan seterusnya. 

Baca juga: Tiga Huruf di Belakang Pelat Nomor Kendaraan, Apa Fungsinya?

Meski aturan ini pada awalnya dibuat oleh Inggris, namun ketika Belanda kembali merebut wilayah Hindia Belanda dari Inggris pada tahun 1816, penerapan aturan tersebut dilanjutkan. Bahkan diterapkan di wilayah-wilayah yang ada di pulau lain.

Berita Terkait

Author