Bedanya UMKM, UKM dan Start-up buat Para Calon Entrepreneur

Ingin membangun usaha tapi bingung bedanya UMKM, UKM, dan start-up? Baca penjelasannya di sini.

bedanya UMKM

Ketika membahas tentang usaha, di antara kamu mungkin masih ada yang bingung bedanya UMKM, UKM dan start-up.

Terutama bagi yang ingin membangun usaha untuk memajukan perekonomian negara maupun bagi orang-orang yang menjalankannya.

Lantas, apa bedanya UMKM dengan UKM dan start-up? Berikut penjelasannya.

Bedanya UMKM dan UKM

Sebelum membahas start-up, terlebih dahulu kenali bedanya UMKM dan UKM. UMKM adalah singkatan dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, sedangkan UKM singkatan dari Usaha Kecil dan Menengah.

Baca juga: Auto Paham! Begini Cara Membaca Grafik Saham untuk Pemula

Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, dijelaskan bahwa usaha mikro adalah usaha produktif milik perorangan dan/atau badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria usaha mikro.

Kriteria usaha mikro dalam pasal 6 undang-undang tersebut yakni memiliki kekayaan bersih paling bersih Rp50 juta, tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.

Lalu memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp300 juta.

Kemudian, usaha kecil dan usaha menengah adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, dilakukan oleh perorangan atau badan usaha yang bukan dimiliki langsung oleh usaha kecil/menengah atau usaha besar.

Baca juga: 5 Film dan Drama Korea yang Bikin Kamu Ngerti Keuangan

Usaha kecil yang memenuhi kriteria memiliki kekayaan besih lebih dari Rp50 juta sampai dengan Rp500 juta, tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.

Hasil penjualan tahunannya mencapai Rp300 juta hingga Rp2 miliar.

Sementara kriteria usaha menengah adalah memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp500 juta sampai Rp10 miliar, tidak termasuk tanah dan bangunan.

Lalu, hasil penjualan tahunannya lebih dari Rp2,5 miliar sampai paling banyak Rp50 miliar.

Bedanya UMKM dan start-up

Meski sama-sama dimulai dengan modal yang tidak begitu besar, ada sejumlah perbedaan yang menonjol antara UMKM dan start-up.

Pertama, dari segi produk, UMKM lebih banyak memproduksi produk yang bisa langsung dinikmati konsumen, seperti makanan, pakaian, atau kerajinan tangan.

Sedangkan produk start-up lebih banyak diperuntukkan bidang teknologi dan informasi dalam bentuk jasa.

Contohnya adalah aplikasi, perangkat lunak, cloud based service, atau digital marketing.

Baca juga: 5 Cara Membuka Usaha dengan Modal Rp 2 Juta, Beneran Bisa?

Kedua, dari cara mengumpulkan modal, UMKM dan start-up awalnya bisa saja memberi modal usahanya dengan dana pribadi.

Namun, setelah itu start-up akan menggandeng investor untuk mengembangkan usahanya karena butuh dana yang lebih banyak.

Berbeda dengan UMKM yang lebih banyak memutarkan modal yang dimiliki. Apabila butuh dana lebih besar, akan mencari pinjaman di bank.

Target market yang berbeda

Bedanya UMKM dengan start-up juga terlihat dari target market. Start-up punya keunggulan karena target market yang lebih luas dibanding UMKM.

Memang sudah ada produk UMKM yang dipasarkan secara internasional, tetapi untuk sampai pada tahap tersebut ada upaya dan proses yang lebih panjang.

Baca juga: Pola Pikir Orang Sukses yang Bikin Mikir untuk Menirunya

Misalnya proses produksinya dan pengiriman barang ke luar negeri yang harus melewati berbagai prosedur.

Start-up sejak awal menyediakan usaha dalam bentuk jasa sehingga bisa memiliki target market yang lebih luas. Proses pengiriman jasa start-up bisa lebih cepat karena berbasis teknologi.

Akselerasi usaha

Perbedaan lainnya dapat dilihat pula dari akselerasi usaha. Baik UMKM maupun start-up punya target yang ingin dicapai dari usaha yang dijalankan.

Namun, UMKM tidak dapat langsung mengembangkan usahanya dengan cepat karena memang tidak didesain untuk hal tersebut. Usaha UMKM biasanya akan terlihat sustainable setelah 5 tahun.

Sementara start-up didesain untuk melakukan pengembangan usaha secara cepat. Dalam waktu 5 tahun, start-up ditargetkan untuk mampu menguasai pasar.

Baca juga: 4 Faktor yang Dipertimbangkan Investor dalam Berinvestasi

Makanya, tak heran jika start-up gencar mencari investor perorangan atau melalui venture capital karena butuh dana besar agar bisa berkembang secepat mungkin.

Setelah mengetahui bedanya UMKM, UKM, dan start-up, kira-kira kamu tertarik untuk bikin usaha yang mana nih?

Apapun usahanya, pastikan produk yang dijual sesuai dengan jenis usaha yang dipilih ya.