Bagaimana Memilih Investasi Reksadana yang Tepat? Ini Tipsnya

By Amalia Kartika - September 1, 2021

Investasi reksadana bisa jadi pilihan kamu. Namun, bagaimana cara memilih reksadana yang tepat? Berikut tipsnya.

Investasi reksadana

Jenis investasi reksadana merupakan salah satu yang cocok bagi pemula karena punya rentang risiko yang rendah sampai yang tinggi.

Bagi yang ingin mencoba investasi ini, kamu harus tahu terlebih dahulu cara memilih reksadana yang tepat.

Reksadana terbagi jadi empat jenis, yaitu reksadana pasar uang, saham, pendapatan tetap, dan campuran.

Baca juga: Tips Memilih Waktu yang Tepat untuk Investasi Saham

Nah, kira-kira reksadana mana yang paling cocok buat kamu jadikan investasi?

Berikut cara memilih investasi reksdana yang tepat, biar kamu makin jago dan pede untuk melakukannya.

Ketahui profil risiko dan tujuan investasi reksadana

Dalam investasi, jika keuntungan yang didapatkan nilainya tinggi maka risikonya akan semakin tinggi pula.

Untuk itu, kamu harus tahu dulu seberapa besar kamu akan mengambil risiko dalam berinvestasi.

Kalau kamu adalah orang yang berani mengambil risiko, bisa mencoba investasi reksadana saham.

Tetapi, apabila masih menghindari risiko, pilih investasi reksadana pendapatan tetap atau pasar uang.

Baca juga: 5 Jenis Investasi Untuk Pemula, Bisa Cuan dan Minim Risiko

Selain itu, kamu juga harus menentukan tujuan investasi, supaya profil risiko bisa menyesuaikan dengan tujuan.

Sebisa mungkin tentukan dan jabarkan tujuan investasi dengan spesifik.

Misalnya, apa tujuan keuangan yang mau dicapai dan berapa uang yang harus dikumpulkan untuk mencapai tujuan tersebut. 

Tentukan jangka waktu investasi reksadana

Selanjutnya yang harus ditentukan adalah berapa lama kamu akan mengumpulkan uang tersebut atau jangka waktu investasi.

Dengan mengetahui jangka waktu investasi, dapat membantu kamu memilih reksadana yang tepat untuk berinvestasi.

Baca juga: Istilah-istilah Investasi Saham yang Bikin Kamu Makin Expert

Jika tujuan keuangan dapat dicapai dengan jangka waktu investasi 1-2 tahun, kamu bisa pilih reksadana pasar uang.

Apabila jangka waktu investasi 2-4 tahun, pilih reksadana pendapatan tetap.

Lalu, jika ingin berinvestasi dengan jangka waktu 4-6 tahun pilih, reksadana campuran. Sedangkan untuk investasi jangka waktu di atas 6 tahun sebaiknya pilih reksadana saham.

Pilih manager investasi dengan reputasi baik

Cara memilih reksadana yang tepat untuk kamu investasikan selanjutnya adalah mencari manajer investasi. 

Kelebihan dari reksadana adalah kamu akan dibantu oleh manager untuk mengelola investasimu dengan lebih mudah sehingga tidak perlu terjun langsung.

Baca juga: Fintech Adalah Solusi Keuangan Masa Kini, Benarkah Begitu?

Mengingat investasi dikelola oleh pihak lain, maka kamu perlu mencari manager investasi yang memiliki track record atau rekam jejak baik.

Cek apakah perusahaan manajer investasi sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) atau tidak

Selain itu, ketahui juga Asset Under Management (AUM) manajer investasi. Besaran AUM menandakan tingginya kepercayaan investor terhadap manajer investasi.

Perhatikan nilai draw down

Sebelum memilih reksadana, perhatikan nilai draw down yang ada di setiap reksadana. Nilai draw down menunjukkan tingkat kerugian maksimal setiap reksadana.

Baca juga: Auto Paham! Begini Cara Membaca Grafik Saham untuk Pemula

Misalnya, apabila suatu reksadana punya angka draw down 20% dalam setahun, maka kinerja reksadana tersebut ada penurunan sebesar 20%.

Draw down tinggi biasanya ditemukan pada reksadana campuran atau saham. Untuk reksadana pasar uang, nilai draw down-nya kadang tidak besar.

Berita Terkait

Author