Auto Paham! Begini Cara Membaca Grafik Saham untuk Pemula

Yuk, mengenal cara membaca grafik saham berikut ini agar kamu bisa pilih saham yang tepat.

cara membaca grafik saham

Memilih saham yang tepat cukup sulit, terutama bagi pemula yang baru mulai berinvestasi saham. Agar pilihan saham tepat, kamu perlu memahami cara membaca grafik saham.

Sebelum membahas cara membaca grafik saham, apa sih gunanya sebuah grafik saham?

Grafik saham adalah grafik yang menunjukkan harga sebuah saham secara historis dalam kurun waktu tertentu.

Baca juga: 5 Tips Investasi Logam Mulia yang Cocok Buat Jangka Panjang

Dengan melihat grafik saham, investor mendapat gambaran tentang kondisi pasar saat ini sekaligus bisa memprediksi pergerakan harga saham di masa depan.

Bentuknya beragam, ada yang berbentuk batang (bar chart), garis (line chart), dan lilin (candlestick chart). Umumnya candlestick chart paling banyak digunakan investor saham.

Nah, bagaimana cara membaca grafik saham untuk pemula? Berikut langkahnya.

Kenapa candlestick chart?

Dalam membaca grafik saham, para investor lebih senang menggunakan candlestick chart karena lebih mudah untuk dipahami. 

Pada line chart, grafik hanya akan menunjukkan data harga pada saat penutupan.

Sedangkan candlestick chart, kamu bisa melihat data yang lebih lengkap seperti harga pembukaan, harga penutupan, serta harga tertinggi dan terendah sebuah saham di hari itu.

Baca juga: Cara Lapor Pajak Online dan Isi SPT, Mudah Anti Ribet

Selain itu, candlestick chart dilengkapi pula dengan indikator warna hijau yang menunjukkan bahwa harga saham hari itu naik dan merah yang menunjukkan harga saham turun.

Warna hijau menandakan harga saham saat penutupan lebih tinggi dari harga pembukaan. Sebaliknya, warna merah menandakan harga penutupan lebih rendah dari saat pasar dibuka.

Membaca time frame

Cara membaca grafik saham yang benar tidak hanya sekadar memperhatikan arah pergerakan naik atau turunnya. Kamu harus perhatikan juga time frame (kerangka waktu) sebuah grafik saham.

Cobalah untuk membuka situs yang bisa melihat grafik saham, contohnya Yahoo Finance atau pakai aplikasi trading. Lalu, pilih atau cari satu saham untuk kamu lihat grafiknya.

Baca juga: 5 Koleksi Anak 90an yang Sekarang Bisa Jadi Investasi

Ada beberapa jenis time frame dalam sebuah data grafik saham. Biasanya, hanya tiga jenis yang sering digunakan investor saham, yaitu harian, mingguan, dan bulanan.

Saat melihat time frame sebuah grafik saham, perlu diingat bahwa sebuah saham bisa anjlok drastis dan naik pesat.

Jadi, jangan ditanggapi secara positif atau negatif, karena itu hanya menggambarkan apa yang terjadi.

Membaca tren harga

Kamu perlu meneliti tren harga untuk tahu pergerakan harga sebuah saham. Dengan mengetahui tren harga, kamu bisa memprediksi ke mana selanjutnya harga akan bergerak.

Baca juga: Apa Itu Salary Cap? Peraturan yang Bikin Messi Tinggalkan Barcelona

Ada tiga jenis tren harga saham, di antaranya seperti di bawah ini.

  • Bullish (tren naik): pergerakan harga mencetak rekor tertinggi yang makin lama makin tinggi
  • Bearish (tren turun): pergerakan harga mencetak rekor terendah yang makin lama makin turun
  • Sideways (tren menyamping): pergerakan harga naik-turun dalam suatu kisaran batas tertentu

Setiap time frame memiliki tren yang berbeda-beda. Sebuah saham bisa saja tren harga hariannya cenderung turun, tapi ketika lihat tren harga mingguannya bisa saja sideways.

Begitu dilihat tren harga bulanannya jadi cenderung naik.

Lihat support dan resistance harga

Hal berikutnya yang perlu kamu lihat adalah support dan resistance. Ini menunjukkan patokan harga dari sebuah saham selama periode waktu tertentu

Support adalah penanda batas bawah yang mana harga di masa lalu cenderung berbalik dari turun jadi naik.

Sebaliknya, resistance adalah penanda batas atas di mana harga cenderung berbalik dari naik jadi turun.

Baca juga: 4 Faktor yang Dipertimbangkan Investor dalam Berinvestasi

Agar lebih mudah dipahami, coba ibaratkan support sebagai lantai rumah dan resistance sebagai atap rumah.

Ceritanya, kamu akan melempar sebuah bola ke atap rumah, bolanya anggap saja adalah harga saham.

Ketika bolanya dilemparkan hingga menyentuh atap, maka bola akan memantul kembali ke arah lantai. Proses tersebut akan terus berulang sampai kondisi atap jebol atau lantainya yang rusak.

Kurang lebih seperti itulah yang terjadi pada saham di antara support dan resistance. Harga saham bergerak naik-turun di dalam batas support dan resistance.

Baca juga: Cara Bikin NPWP Online Saat PPKM Level 4 Diperpanjang

Fungsi dari support dan resistance adalah untuk memberi petunjuk di mana harga sulit ditembus serta memberikan gambaran kapan waktu yang tepat untuk jual-beli saham.

Support dan resistance ini sifatnya subjektif, tiap investor dapat menentukannya dengan cara berbeda. 

Baca momentum pergerakan harga

Kelebihan dari candlestick chart lainnya, ukuran body candle bisa menjadi tanda momentum pergerakan harga dalam satu time frame tertentu.

Semakin panjang ukuran body, semakin kuat momentum pergerakan harganya.

Jika ukuran body kecil, tandanya kekuatan pembeli dan penjual untuk mendorong harga ke salah satu arah minim.

Baca juga: Cara Menolak Teman yang Mau Pinjam Uang, Halus Tetapi Tegas

Ukuran yang kecil juga menunjukkan pergerakan harga cenderung melanjutkan tren sebelumnya, sehingga menciptakan tren sideways.

Untuk membantumu melihat pergerakan harga, kamu bisa memunculkan indikator tertentu seperti Moving Average, yang menampilkan sebuah garis bantu pergerakan harga saham.

Semoga cara membaca grafik saham ini dapat membantumu memahami dan menentukan saham yang tepat ya.

Kalau kamu mau beli mobil yang tepat dan sesuai budget, tinggal klik button di bawah ini.

Beli Mobil Sesuai Budget