Aturan Menggunakan Lampu Hazard yang Sesuai Regulasi

By Arris Seva - September 21, 2021

Supaya bermanfaat, begini aturan menggunakan lampu hazard yang sesuai regulasi di Indonesia.

aturan menyalakan lampu hazard

Aturan menggunakan lampu hazard ada di dalam Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 121 Ayat 1.

Setiap pengemudi kendaraan bermotor wajib memasang segitiga pengaman, lampu isyarat peringatan bahaya, atau isyarat lain pada saat berhenti atau parkir dalam keadaan darurat di Jalan.

Kemudian, dalam UU tersebut, “isyarat lain” yang dimaksudkan ialah lampu darurat dan senter. Pada hal ini, setiap mobil tentunya difasilitasi oleh lampu hazard atau lampu darurat.

Baca juga: Cara Mendorong Mobil bila Akinya Mati Tiba-tiba di Jalan

Sementara yang dimaksud dengan “keadaan darurat” ialah apabila kendaraan dalam keadaan mogok, kecelakaan lalu lintas, dan mengganti ban.

Lampu hazard identik dengan tombol bersimbol segitiga merah di tengahnya. Kamu tentunya sudah tidak asing dengan tombol tersebut, bukan?

Ketika tombol tersebut ditekan, maka lampu sein kanan dan kiri akan berkedip secara bersamaan.

Sayangnya, sinyal darurat tersebut kerap diabaikan oleh pengendara lain, bahkan tidak jarang disalahgunakan oleh pengendara mobil itu sendiri akibat kurangnya pemahaman terhadap fungsi lampu hazard.

Baca juga: Pasang Strut Bar di City Car, Apa Fungsinya?

Bahkan, masih banyak pengendara mobil yang menyalakan lampu hazard di saat yang tidak tepat, misalnya ketika sedang melaju di tengah derasnya hujan.

Lantas, kapan seharusnya menggunakan lampu hazard? Simak penjelasan dan aturan menyalakan lampu hazard.

aturan menyalakan lampu hazard

Menggunakan lampu hazard di tengah derasnya guyuran hujan dianggap berbahaya karena dapat membuat pengendara lain tidak mengetahui ke arah mana laju kendaraan kamu akan menuju.

Baca juga: Cara Menghilangkan Pusing Setelah Mabuk Perjalanan

Kemudian, hal itu dapat menihilkan fungsi lampu sein yang umum dipakai saat mobil akan pindah jalur atau berbelok.

Tidak hanya itu, efek dari sinar lampu hazard yang selalu berkedip juga dapat mengganggu konsentrasi pengguna jalan yang ada di belakang, terlebih saat jarak pandang terbatas.

Jadi, jangan menggunakan lampu hazard jika bukan dalam keadaan darurat, karena akan membingungkan pengguna jalan lain. Apalagi menyalakan lampu hazard untuk lurus di perempatan.

Baca juga: Spooring dan Balancing Bikin Mobil Tidak Limbung, Beneran?

Nah, sekarang kamu sudah tahu aturan menggunakan hazard, kapan waktu yang tepat dan dilarang untuk menyalakannya?

Ditulis oleh Shatya Agung Wicaksana

Berita Terkait

Author