Apakah Spion Bar End Sesuai dengan Regulasi Jalan Raya?

By Arris Riehady - Agustus 25, 2021

Menunjang tampilan jadi lebih bergaya dan sporty, apakah spion bar end sudah sesuai aturan yang berlaku?

spion bar end

Spion bar end atau spion jalu belakangan jadi populer karena kerap menjadi part modifikasi untuk menggantikan spion standar bawaan pabrikan.

Spion motor memang menjadi salah satu part yang sering diganti, karena spion standar bawaan pabrik dianggap desainnya tidak sejalan dengan konsep modifikasi.

Padahal, fungsi dari spion cukup krusial untuk membantu pengendara motor melihat ke bagian belakang atau samping kanan dan kiri motor.

Baca juga: Penyebab Setang Motor Goyang, Bisa Human Error atau Teknis

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 55 Tahun 2012 Tentang Kendaraan, aturan spion pada kendaraan, termasuk motor, tertuang dalam pasal 37.

Dalam pasal tersebut dijelaskan, spion harus dibuat dari kaca atau bahan lain yang dipasang pada posisi yang dapat memberikan pandangan ke arah samping dan belakang dengan jelas tanpa mengubah jarak dan bentuk objek yang terlihat.

spion bar end

Fungsi spion bar end

Sesuai dengan namanya, spion bar end mengubah letak spion standar menjadi di ujung setang motor. Secara estetika akan membuat motor tampil lebih sporty.

Baca juga: Tutorial Cat Velg Motor Sendiri, Dijamin Makin Ganteng

Penggunaan spion bar end perlu digaris bawahi pada elemen terakhir, yaitu estetika. Belakangan, spion bar end dianggap berpotensi menghilangkan fungsi utama spion dan lebih mengutamakan penampilan.

Dimensi spion standar motor tidak seluas spion mobil. Dengan begitu, jarak pandang ke belakang dan ke samping tentu lebih terbatas pula.

Nah, dengan mengganti spion standar menjadi spion bar end yang dimensinya lebih kecil, otomatis pandangan ke belakang menjadi semakin sempit, bahkan sangat sempit.

Dimensi yang lebih sempit beresiko mengubah jarak pandang di spion dari yang seharusnya terlihat.

Baca juga: Review Motor Trail Honda yang Siap Trabas Medan Terjal

Ditambah peletakkannya yang berada di ujung stang motor, membuat pengaturan spion bar end tidak seleluasa spion standar.

Maka dari itu, spion bar end berpotensi mengurangi fungsi utama spion dan dipasang untuk tujuan estetika motor.

jenis surat tilang

Spion bar end bisa ditilang?

Poin utama pada spion motor adalah dimensi dan fungsinya. Oleh karena itu, bagaimanapun jenis dan model motor, pabrikan sudah mengatur dengan baik dimensi dan jarak pandang ke belakang.

Baca juga: Aliran Modifikasi Motor di Indonesia dan Perbedaannya

Jika tidak sesuai dengan poin utama spion pada motor, maka pihak berwajib bisa saja menindak dengan memberikan bukti pelanggaran atau tilang.

Pelanggaran dalam penggunaan spion tertera dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan.

Baca juga: Cara Menghitung Pajak Motor di STNK, Begini Rumusnya

Pada Pasal 285 dijelaskan, pengendara sepeda motor di jalan yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot, dan kedalaman alur ban.

Berita Terkait

Author