Apakah Pajak Kendaraan yang Mati Selama 5 Tahun Bisa Diperpanjang?

By Reka Harnis - Juni 17, 2021

Setiap pemilik kendaraan memiliki kewajiban untuk membayar pajak. Lalu, bagaimana jika pajak kendaraan yang mati selama 5 tahun?

pajak kendaraan yang mati selama 5 tahun

Membayar pajak kendaraan bermotor (PKB) sudah wajib dilakukan oleh setiap pemilik kendaraan tiap tahunnya. Hal ini bahkan tercantum dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2013.

Namun begitu, tidak sedikit pemilik kendaraan bermotor, baik mobil maupun sepeda motor, yang mengalami keterlambatan pembayaran pajak.

Durasi keterlambatannya bervariasi, ada yang terjadi dalam hitungan hari, pekan, bulan, hingga bertahun-tahun.

Bagi para pemilik kendaraan yang mengalami keterlambatan pembayaran pajak dan ingin mengaktifkan kembali Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), wajib datang langsung ke kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) induk.

Baca juga: Air Garam Dapat Menghantarkan Arus Listrik, Bisa Jadi Alternatif Kelistrikan Mobil?

Lantas, apakah pajak kendaraan yang mati selama 5 tahun masih bisa diperpanjang?

Kendaraan yang pajaknya mati selama 5 tahun masih bisa diurus. Namun, untuk pembayaran pajak yang terlambat lebih dari satu tahun, memiliki cara yang berbeda dengan yang terlambat di bawah satu tahun.

Bedanya, bila keterlambatan di bawah satu tahun, masih bisa melakukan pembayaran lewat gerai-gerai Samsat yang ada, tetapi bila sudah satu tahun ke atas, harus datang ke kantor Samsat induk.

Nah, jika kamu bingung dengan pengurusan pajak kendaraan yang mati selama 5 tahun, berikut cara mengurusnya.

Syarat dan cara mengurus pajak kendaraan yang mati selama 5 tahun

Agar tidak terjadi kekurangan dokumen, maka perhatikan baik-baik persyaratannya berikut ini. Jangan sampai ada dokumen yang kurang atau hilang.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Bahan Bakar RON 95 Lebih Baik dari RON 92

Persyaratan yang wajib dibawa oleh pemilik kendaraan untuk mengurus pajak kendaraan yang mati selama 5 tahun adalah sebagai berikut.

1) KTP asli yang disertai dengan Fotokopi KTP. Pastikan KTP yang kamu gunakan sesuai dengan STNK.

2) STNK asli disertai fotokopi STNK.

3) BPKB asli yang disertai dengan Fotokopi BPKB​.​​​​​​

Berita Terkait

Author