Apa Itu Engine Mounting? Berikut Penjelasan dan Fungsinya

Mobil terasa bergetar saat mesin menyala dan dikendarai? Banyak faktornya, salah satunya adalah engine mounting.

engine mounting

Engine mounting adalah salah satu komponen penting yang ada di dalam mobil. Sayangnya, keberadaan komponen ini kadang terlupakan oleh pemilik mobil.

Bukan tanpa alasan, engine mounting memiliki masa pakai cukup panjang dan sering kali diganti jika sudah ada gejala kerusakan, maka dari itu kadang terlupakan.

Baca juga: Etika Menyalakan Lampu Sein, Hati-hati Salah Arah

Apalagi letak engine mounting berbeda tiap jenis, varian, dan merek mobil. Rata-rata tersembunyi di balik mesin, sehingga luput dari pantauan mata.

Padahal, performa komponen yang sering disebut ‘karet ganjel mesin’ ini berkaitan erat dengan kenyamanan saat berkendara. Bahkan, kerusakannya dapat merembet pada komponen mobil lain.

Lantas apa sih fungsi engine mounting? Kenapa komponen kecil ini begitu penting? Berikut penjelasannya.

engine mounting

Fungsi engine mounting

Tiap mesin yang dioperasikan pasti akan menimbulkan getaran karena saling pergerakan simultan tiap komponen yang ada di dalamnya.

Baca juga: Spooring dan Balancing Bikin Mobil Tidak Limbung, Beneran?

Mari ambil contoh yang sederhana, misalnya mesin kompresor angin di tempat penambahan angin dan tambal ban. Apa kamu pernah lihat bantalan karet yang ada di dasarnya?

Terkadang pemilik tempat tambal ban tersebut menambahkan ban bekas sebagai pengganjal mesin kompresor.

Tujuannya adalah untuk meredam getaran yang dihasilkan saat mesin kompresor angin sedang bekerja atau mengisi ulang angin di tabung kompresor.

Jika tidak ada bantalan karet atau diganjal ban bekas, getaran yang dihasilkan bisa saja membuat membuat mesin kompresor bergeser dari letaknya semula.

Baca juga: 6 Cara Merawat Mobil yang Parkir Tanpa Garasi

ah, fungsi engine mounting pada mobil tidak berbeda dengan bantalan karet atau ban bekas tersebut, yakni untuk meredam getaran agar mesin tidak bergeser dari tempatnya.

engine mounting

Semakin besar kapasitas mesin mobil, maka semakin besar pula getaran yang dihasilkan. Oleh karena itu jumlah engine mounting setiap mobil berbeda.

Engine mounting menjadi dudukan atau penghubung antara mesin dengan sasis mobil, jadi getaran mesin dapat redam, bahkan hingga ke dalam kabin.

Jadi, secara tidak langsung juga berperan dalam memberikan rasa nyaman pengemudi dan penumpang di dalam mobil saat perjalanan.

Baca juga: Perbedaan Fungsi Strut Bar dan Sway Bar Mobil, Jangan Tertukar

Umumnya, komponen ini terbuat dari paduan antara karet berkualitas terbaik dengan besi baja. Selain dapat meredam getaran karet ini juga tahan panas.

Namun seiring perkembangan ada bahan engine mounting yang terbuat dari polyurethane, yaitu campuran antara plastik dan karet yang umumnya digunakan mobil balap berperforma tinggi.

Polyurethane memiliki kelebihan lebih kuat dari karet dan mampu meningkatkan rigiditas antara mesin dan sasis.

engine mounting

Kerusakan engine mounting

Seperti yang telah disebutkan, engine mounting memiliki masa pakai yang terbilang lama, namun tidak luput juga dari kerusakan.

Baca juga: Jangan Salah Pilih Tingkat Kekentalan SAE Oli Gardan Mobil

Sebelum membahas tentang kerusakan engine mounting, ada baiknya mengetahui penyebab dari kerusakannya lebih dahulu.

Penyebab kerusakan engine mounting bisa diakibatkan oleh kelebihan beban mobil yang mengakibatkan kerja mesin menjadi lebih berat saat berkaselerasi dan deselarasi.

Saat mesin mobil bekerja terlalu berat, makan suhu juga akan semakin panas.

Panas berlebih yang dikeluarkan oleh mesin berpotensi menyebabkan kerusakan karet engine mounting menjadi getas dan aus.

Kerusakan yang dapat dideteksi sejak dini adalah getaran dan suara yang bisa terasa serta terdengar hingga ke dalam kabin.

Baca juga: Cara Cek Keaslian STNK, Periksa Data sampai QR Code

Tentu, getaran dan suara mesin beradu dengan sasis berlebih di dalam kabin membuat perjalanan tidak nyaman.

Lalu, kerusakannya juga dapat terlihat dari hentakan mesin mobil saat pertama kali dinyalakan.

engine mounting

Bila tidak segera ditangani, maka berpotensi merubah kedudukan dan posisi mesin karena getaran yang dihasilkan.

Mesin yang sudah tidak pada tempatnya dapat menyebabkan kerusakan lain, contohnya kerusakan radiator mobil, mulai dari kisi-kisi hingga selang.

Malahan kerusakan engine mounting dapat membuat aliran bahan bakar dari tangki ke mesin terganggu yang bisa saja mengakibatkan kebakaran.

Baca juga: Mobil Limbung Bikin Mabuk Darat, Mitos atau Fakta?

Jadi, meski tidak kasat mata dan umurnya panjang, disarankan mengganti engine mounting setiap 50.000-60.000 kilometer sekali.

Tidak perlu repot dan antre kalau mau servis berkala di bengkel resmi, gunakan layanan Booking Service Seva.id. Jadi, kamu tidak menunggu lama di bengkel.

Gunakan fitur Booking Service sekarang, yuk!

Booking Service