Alasan Kenapa Kaca Spion Motor Pabrikan Berukuran Lebar

Apa sih alasan kaca spion motor pabrikan berukuran lebar? Pastinya demi menunjang keamanan dan keselamatan berkendara.

motor limbung

Spion motor pabrikan kadang diganti dengan keluaran aftermarket oleh pemilik. Alasannya sederhana, karena spion motor pabrikan bentuknya tidak kekinian.

Padahal, fungsi spion motor pabrikan sudah dirancang sedemikian rupa untuk memudahkan pengendara ketika ingin melihat ke belakang.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 55 Tahun 2012 Tentang Kendaraan, aturan spion pada kendaraan, termasuk motor, tertuang dalam pasal 37.

Baca juga: Apakah Spion Bar End Sesuai dengan Regulasi Jalan Raya?

Dalam pasal tersebut dijelaskan, spion harus dibuat dari kaca atau bahan lain yang dipasang pada posisi yang dapat memberikan pandangan ke arah samping dan belakang dengan jelas tanpa mengubah jarak dan bentuk objek yang terlihat.

Lantas, apa alasan spion motor pabrikan berukuran lebar?

motor trail Honda

Ukuran spion motor pabrikan

Dimensi spion motor pabrikan memang tidak seluas spion mobil. Dengan begitu, jarak pandang ke belakang dan ke samping tentu lebih terbatas.

Baca juga: Sejarah Awal Motor Cub disebut Motor Bebek

Spion motor pabrikan memang sengaja dibuat dengan bentuk yang lebar sehingga pengendara dapat leluasa melihat ke belakang atau samping kanan dan kirinya.

Dengan jarak pandang yang lebih luas tentu alan mengurangi blind spot, walaupun tetap ada bagian yang tertutupi oleh lengan pengendara.

Baca juga: 5 Biang Kerok Motor Limbung, Bikin Tidak Stabil Saat Riding

Terlepas dari itu, dimensi dan ukuran spion motor pabrikan sudah diperhitungkan. Biasanya tidak akan melebihi setang motor atau bagian terluar dari motor.

penyebab setang motor goyang

Bukan tanpa alasan, perhitungan ini dimaksudkan agar motor dapat mudah menyelip ketika berada di kemacetan, sehingga spion tidak menyenggol atau mengganggu kendaraan lain.

Dengan begitu, ergonomi berkendara dan handling motor tidak mempersulit pengemudi saat melakukan manuver di kemacetan.

Lebarnya spion juga bisa menjadi acuan pengendara saat ingin menyalip atau bermanuver di kemacetan.

Bila spion menyentuh kendaraan lain, berarti jarak yang ada sudah tidak memungkinkan untuk pengendara untuk melakukan manuver.

Baca juga: Konsumsi BBM Motor Matic 150cc saat Touring Jakarta-Surabaya

Jadi, walau terlihat kurang kekinian, spion motor pabrikan memiliki fungsi yang krusial.

Bahkan untuk menambah jarak pandang ke belakang dan mengurangi blind spot, beberapa pengendara menambahkan spion cembung di dalamnya.

Aturan spion motor

Poin utama pada spion motor adalah dimensi dan fungsinya. Oleh karena itu, bagaimanapun jenis dan model motor, pabrikan sudah mengatur dengan baik dimensi dan jarak pandang ke belakang.

Jika tidak sesuai dengan poin utama spion pada motor, maka pihak berwajib bisa saja menindak dengan memberikan bukti pelanggaran atau tilang.

Baca juga: Penyebab Setang Motor Goyang, Bisa Human Error atau Teknis

Pelanggaran dalam penggunaan spion tertera dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan.

Pada Pasal 285 dijelaskan, pengendara sepeda motor di jalan yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot, dan kedalaman alur ban.

jenis surat tilang

Selanjutnya, masih dalam pasal yang sama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (3) juncto Pasal 48 ayat (2) dan ayat (3), diterangkan, apabila terdapat pelanggaran, maka pengendara sepeda motor dapat dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp 250.000 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).

Baca juga: Tutorial Cat Velg Motor Sendiri, Dijamin Makin Ganteng

Jadi, jika kamu diberhentikan atau sedang ada razia, pihak berwajib pasti punya dasar hukum yang jelas soal penggunaan spion, mau spion aftermarket berbentuk kecil, bar end, atau jenis lainnya, karena memang sudah diatur dalam undang-undang.

Jangan sampai ingin tampil keren tetapi malah berbahaya buat diri sendiri dan pengguna jalan lainnya, ya!