Ada Penerapan ERP di Jakarta, Bagaimana Aturannya?

Mulai tahun 2023 akan ada penerapan ERP di Jakarta, berikut tarif, daftar ruasnya, hingga daftar kendaraan yang dikenakan tarif.

penerapan ERP

Pada tahun 2023 Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana akan memberlakukan kebijakan baru, yakni penerapan ERP (electronic road pricing) atau jalan berbayar elektronik (JBE) di beberapa ruas jalan.

Sebagai tahap awal, mulai tahun 2022, penerapan ERP sudah mulai dilakukan pembangunan sarananya dan uji coba pada ruas jalan dari Simpang CSW hingga ke Bundaran HI atau sepanjang 6,12 kilometer.

Selanjutnya pemberlakuan dan penerapan ERP di ruas jalan Jakarta akan terus berlanjut hingga tahun 2039 dengan total 20 koridor atau mencapai panjang hingga 174 kilometer.

Berikut daftar ruas jalan ERP yang direncakan hingga tahun 2039.

Baca juga: Cara memulai Investasi Mobil Tua, Jangan Salah Langkah

  1. Koridor 1 Simpang TB Simatupang-Bundaran HI (12,152 kilometer)
  2. Koridor 2 Kuningan (4,6 kilometer)
  3. Koridor 3 Harmoni-Cawang (15,384 kilometer)
  4. Koridor 4 Cawang-Simpang Perintis Kemerdekaan (9,15 kilometer)
  5. Koridor 5 Simpang Pramuka-Gunung Sahari (11,506 kilometer)
  6. Koridor 6 Bundaran HI-Kota (6,5 kilometer)
  7. Koridor 7 Ragunan-Mampang Prapatan (6,928 kilometer)
  8. Koridor 8 Simpang Perintis Kemerdekaan-Tanjung Priok (7,990 kilometer)
  9. Koridor 9 Dukuh Atas-Matraman (5,993 kilometer)
  10. Koridor 10 Daan Mogot-Harmoni (10,570 kilometer)
  11. Koridor 11 Rasuna Said-Tendean-Blok M (4,035 kilometer)
  12. Koridor 12 Cempaka Putih-Senen-Gambir (6,170 kilometer)
  13. Koridor 13 Jatinegara-Kampung Melayu-Casablanca-Satrio-Tanah Abang (14,840 kilometer)
  14. Koridor 14 Ciledug-Hang Lekir (6,390 kilometer)
  15. Koridor 15 Sunter-Kemayoran (7,4 kilometer)
  16. Koridor 16 Asia Afrika-Pejompongan (6,626 km)
  17. Koridor 17 Joglo-Palmerah Utara (10,630 km)
  18. Koridor 18 Metro Pondok Indah-Tentara Pelajar (7,186 kilometer)
  19. Koridor 19 Pluit-Tanjung Priok (14,740 kilometer)
  20. Koridor 20 Dr Supomo-Minangkabau (5,050 kilometer)
penerapan ERP

Tarif ERP Jakarta

Terkait tarif, dikutip dari Detik.com, Haris Muhammadun, Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ), mengatakan pihaknya telah melakukan survei kepada beberapa warga DKI Jakarta terkait penerapan ERP.

Menurut Haris, berdasarkan hasil survei tersebut, sebanyak 77,75% responden mengharapkan tarif ERP antara Rp 10 ribu sampai Rp 13 ribu.

Lalu, sebanyak 11,45% responden memilih tarif ERP lebih dari Rp 20.000, kemudian 5,59% responden memilih Rp 13-16 ribu, dan 5,22% responden sisanya memilih Rp 16-20 ribu.

Baca juga: Mengoplos BBM RON 92 dan RON 95, Bahayakah untuk Kendaraan?

Sementara itu, Kepala Unit Pengelola Sistem Jalan Berbayar Elektronik Dinas Perhubungan, Zulkifli, menyampaikan rentang tarif ERP ada di rentang Rp 5.000 sampai Rp 19.900, tergantung kinerja ruas jalan.

Dengan kata lain, tarif minimum ERP yang akan berlaku nantinya adalah sebesar Rp 5.000 dan tarif maksimalnya yakni Rp 19.900. Dalam penerapannya, nilai tarif tersebut akan ditentukan berdasarkan segmen jalan.

penerapan ERP

Jenis kendaraan kena tarif ERP

Tarif ERP akan dikenakan pada kendaraan-kendaraan seperti sepeda motor, kendaraan ringan (mobil pribadi), kendaraan berat (bus dan truk).

Namun tidak semua jenis kendaraan akan dikenakan tarif ERP. Berikut daftar kendaraan yang tidak kena tarif ERP.

Baca juga: Syarat Mobil Penerima PPnBM Permanen di Tahun 2022

  1. Kendaraan bermotor atau kendaraan tertentu dengan menggunakan penggerak motor listrik,
  2. Kendaraan bermotor umum pelat kuning,
  3. Kendaraan dinas operasional instansi pemerintah dan TNI/Polri kecuali berpelat hitam,
  4. Kendaraan ambulans dan kendaraan jenazah,
  5. Kendaraan pemadam kebakaran, dan
  6. Kendaraan masyarakat yang bermukim di sepanjang koridor jalan berbayar elektronik.
penerapan ERP

Mengurai kepadatan dan kemacetan

ERP sendiri merupakan salah satu upaya untuk mengurangi masalah kemacetan di Jakarta pada jam-jam sibuk, serta sebagai pengganti kebijakan sebelumnya yang dianggap tidak efektif.

Sebelumnya, penerapan ERP ini sudah dilakukan di Singapura dan berhasil mengurai kepadatan dan kemacetan jalan.

Baca juga: Kenapa Bisa Pengajuan Kredit Mobil Ditolak?

Pada tahun 2013, tarif ERP di Singapura sebesar 2 dolar Singapura atau sekitar Rp 14.000. Kebijakan ini mampu meningkatkan kecepatan kendaraan hingga 20%. Selama ERP berlangsung kemacetan rata-rata pun turun hingga 13%.

Ke depannya, bila penerapan ERP ini dapat berjalan dengan baik di Indonesia, khususnya Jakarta, diharapkan dapat mengurai kepadatan serta kemacetan ya!