8 Penyebab Kecelakaan di Jalan Tol dan Cara Antisipasinya

Sering mengakibatkan cedera parah hingga kehilangan nyawa, tetap waspada, kenali 8 penyebab kecelakaan di jalan tol. Yuk!

kecelakaan di jalan tol

Kecelakaan di jalan tol kerap terjadi di Indonesia, tak jarang dapat mengakibatkan pengendara meninggal dunia.

Seperti yang baru saja dialami oleh artis Vanessa Angel dan suaminya Febri Andriansyah di ruas Tol Nganjuk arah Surabaya Km 672 pada Kamis (4/11).

Ada sejumlah faktor yang menyebabkan kecelakaan di jalan tol, baik itu karena kondisi kendaraan, medan jalan, maupun human error.

Baca juga: 5 Hal yang Bikin Mesin Mobil Kurang Bertenaga

Apa saja? Berikut penyebab kecelakaan di jalan tol menurut pebalap sekaligus car reviewer, Fitra Eri di channel YouTube-nya.

Cuaca buruk

Kondisi cuaca buruk seperti hujan dan angin kencang dapat mempengaruhi stabilitas mobil, daya cengkram ban, dan visibilitas atau jarak pandang sehingga bisa jadi penyebab kecelakaan di jalan tol.

Sebaiknya, hindari berkendara dengan kecepatan tinggi dan jaga mobil agar tetap pada jarak aman pada saat hujan turun agar kamu tetap bisa mengendalikan mobil saat kondisi jalan licin.

Overspeed

Pada saat di jalan tol, pengemudi cenderung berkendara dengan kecepatan yang lebih tinggi. Namun, apabila terlalu ngebut juga bakal membahayakan keselamatan pengendara.

Menurut Fitra Eri, jarak pengereman mobil dari kecepatan 100 km/jam sampai 0 atau berhenti, kira-kira 40 sampai 50 meter. Jika kecepatan mobil 200 km/jam, kurang lebih jarak pengeremannya menjadi 200 meter.

Baca juga: Perawatan Mobil yang Harus Dilakukan Sebelum Liburan

Artinya, semakin tinggi kecepatan semakin jauh jarak pengeremannya karena mobil tidak bisa langsung mengerem. Kalau kecepatan mobil tinggi dan di depan ada kendaraan lain, waktu pengereman terbatas dan mobil bisa menabrak.

Maka dari itu, jaga kecepatan mobil pada 60 hingga 100 km/jam, bahkan akan lebih baik apabila menyesuaikan kecepatan mobil dengan kendaraan di sekitar. Kecelakaan justru terjadi karena ada perbedaan kecepatan dengan kendaraan lain.

kecelakaan di jalan tol

Tidak jaga jarak aman

Secara teori, jarak aman tergantung pada kecepatan mobil. Misalnya, jika kecepatan mobil 60 km/jam maka jarak amannya adalah 60 meter.

Namun, pengemudi tidak bisa memperkirakan secara pasti apakah mobil sudah berjarak 60 meter. Kamu bisa menggunakan hitungan detik untuk menentukan jarak aman.

Baca juga: 5 Biang Kerok Motor Limbung, Bikin Tidak Stabil Saat Riding

Kamu bisa cari patokan misalnya lampu jalan. Ketika mobil di depan sudah melewati lampu tersebut, maka berilah jarak waktu 2-3 detik hingga mobil kamu melewati lampu.

Manuver mendadak

Penyebab kecelakaan di jalan tol yang juga bisa terjadi adalah manuver mendadak. Biasanya hal ini terjadi ketika pengemudi tidak sadar ada jalan rusak.

Manuver yang mendadak membuat mobil melintir, terutama untuk mobil yang tinggi. Mobil yang punya center of gravity yang tinggi, sehingga mobil cenderung limbung dan sulit dikendalikan.

kecelakaan di jalan tol

Ban pecah

Ban pecah kerap jadi penyebab kecelakaan di jalan tol. Pada saat ban pecah, kemungkinan besar pengemudi langsung menginjak rem karena panik, padahal hal itu bisa bikin mobil melintir.

Ketika mengerem maka tenaga akan disalurkan ke setiap roda. Apabila ada roda yang pecah, akan ada ketimpangan yang membuat mobil limbung dan melintir.

Baca juga: 5 Penyebab Mobil Limbung yang Berbahaya Bagi Pengemudi

Kendalikan setir agar tetap lurus, lepas gas secara perlahan, kemudian perlahan-lahan bergeser ke jalur paling kiri. Lalu, ketika kecepatan mobil berkurang sekitar 30 km/jam, injak rem pelan-pelan sambil mengendalikan setir

Ban botak

Selain ban pecah, ban botak bisa jadi penyebab kecelakaan. Ban yang botak tidak punya alur untuk membuang air, sehingga bisa menyebabkan aquaplanning, yaitu kondisi di mana mobil seperti mengambang di atas air.

Setiap ban terdapat gundukan atau benjolan di tengah alur pembuangan air. Kalau kondisinya sudah sejajar dengan tapak ban, maka ban wajib diganti.

Hilang konsentrasi

Penyebab kecelakaan yang disebabkan oleh human error adalah hilangnya konsentrasi. Hilang konsentrasi umumnya terjadi karena adanya distraksi.

Baca juga: Cara Menghilangkan Pusing Setelah Mabuk Perjalanan

Distraksi bisa datang dari penumpang, anak kecil di bangku belakang, serta memainkan ponsel. Bermain ponsel sambil mengemudi sangatlah membahayakan sebab bisa mengganggu pikiran dan berpengaruh terhadap hilangnya konsentrasi.

kecelakaan di jalan tol

Lelah atau ngantuk

Lelah atau ngantuk saat berkendara biasanya dialami ketika perjalanan jauh. Oleh karena itu, diusahakan untuk mengemudi secara bergantian setiap 2-3 jam sekali atau setiap sudah merasa ngantuk atau lelah.

Apabila tidak ada pengemudi pengganti, istirahatlah sejenak di rest area ketika kantuk melanda. Kalau sudah lelah, sebaiknya istirahat di penginapan saja.

Baca juga: Perbedaan Kode Rest Area A, B, dan C, Mana yang Lebih Luas?

Selain itu, berkendaralah di jam biologis agar kondisi tubuh tetap prima. Apabila jam biologis di pagi hari, maka hindari berkendara di malam hari.

Semua penyebab kecelakaan di jalan tol bisa diminimalisir apabila kamu selalu berkendara dengan hati-hati dan memeriksa kondisi kendaraan sebelum melakukan perjalanan.

Jadi, jangan juga lupa terapkan dua hal ini ya!