5 Biang Kerok Motor Limbung, Bikin Tidak Stabil Saat Riding

Motor limbung atau setang ngebuang bisa kejadian kapan saja. Apa sih masalahnya?

motor limbung

Tidak hanya mobil limbung, ternyata motor juga bisa. Tentu tidak nyaman kalau naik motor limbung, setang akan terasa bergoyang, handling tidak nyaman, motor juga sulit dikendalikan.

Bahayanya lagi, kamu bisa jatuh saat berkendara atau riding, sebab tidak bisa mengendalikan motor dengan sempurna karena ada intervensi dari goyangan pada setang.

Baca juga: Konsumsi BBM Motor Matic 150cc saat Touring Jakarta-Surabaya

Dampaknya bukan hanya dirasakan sama kamu saja sebagai pengendara, tetapi bisa melibatkan pengguna jalan lainnya loh. Bahaya dan merugikan bukan?

Ada beberapa penyebab motor limbung, misalnya karena usia dan pemakaian. Sangat wajar memang, mengingat jika motor tersebut digunakan sehari-hari.

Komponen motor akan lebih cepat mengalami kendala atau kerusakan. Apalagi jika kerap melewati jalanan tidak rata atau berlubang, kerusakan makin cepat terjadi.

Baca juga: Mobil Limbung Bikin Mabuk Darat, Mitos atau Fakta?

Daripada didiamkan dan dapat membahayakan, ini nih biang kerok penyebab motor limbung.

motor limbung

1. Masalah pada ban motor

Ban adalah komponen penting pada kendaraan, baik motor atau mobil. Pasalnya, fungsi utama ban sangat krusial, mengingat ban sangat berkaitan langsung dengan laju motor.

Pada ban motor tubeless khususnya, yang memiliki dinding ban lebih keras, membuat tekanan angin sulit terdeksi oleh pemiliknya.

Namun, saat motor dikendarai dalam kecepatan rendah, motor mulai terasa ada goyangan pada setang yang berpotensi menyebabkan limbung.

Baca juga: Spooring dan Balancing Bikin Mobil Tidak Limbung, Beneran?

Gejala motor limbung gara-gara ban kurang tekanan angin akan makin terasa saat kecepatan tinggi, menikung, dan melewati jalan bergelombang.

Kebayangkan, gimana jadinya jika kamu lagi kecepatan tinggi dan tiba-tiba menikung? Bisa saja low side akibat ban kehilangan traksinya pada aspal.

Sementara, pada kasus ban benjol lebih mudah terdeteksi karena terlihat pada permukaan ban.

Ban benjol bisa disebabkan oleh kurang tekanan angin dan dipaksakan terus berjalan, menabrak lubang, ban sering kelebihan tekanan, atau adanya bekas tambalan.=

Baca juga: Apakah Spion Bar End Sesuai dengan Regulasi Jalan Raya?

Selain terlihat, gejala motor limbung yang disebabkan oleh ban benjol lebih cepat terasa pada setang.

Ibaratnya, saat kamu pakai sepatu, ada batu di dalamnya yang mengganjal kaki. Tentu jalan akan terasa tidak nyaman.

motor limbung

2. Kerusakan bearing roda dan velg

Masih dari area ban, limbungnya motor juga bisa disebabkan oleh bearing roda yang sudah aus dan velg yang bermasalah.

Untuk memeriksa bearing roda, gunakan standar tengah dan goyangkan ban ke kiri dan kanan. Bila terasa oblak berarti bearing roda harus diganti.

Baca juga: Honda GL1800 Gold Wing Jadi Produk Terbaru AHM di Indonesia

Terakhir adalah velg yang rusak karena melibas lubang di jalan dengan kecepatan tinggi. Untuk itu, periksa kondisinya sebelum riding.

Kamu bisa mulai dengan memutar ban dan perhatikan gerakannya. Jika putaran tidak lurus, bisa jadi velg ada yang peang, bengkok, retak, atau patah.

motor limbung

3. Kinerja suspensi atau shockbreaker

Faktor lain yang membuat motor limbung saat dikendarai adalah kinerja suspensi atau shockbreaker yang mulai lemah.

Salah satu penyebabnya adalah kebocoran oli suspensi, sehingga membuat shockbreaker tidak bekerja maksimal dalam meredam getaran.

Baca juga: Etika Menyalakan Lampu Sein, Hati-hati Salah Arah

Untuk memperbaikinya bisa dilakukan dengan menambah atau mengganti oli suspensi di bengkel resmi.

Seperti diketahui, suspensi berfungsi untuk meredam getaran dari permukaan jalan bergelombang dan berlubang sehingga pengendara tetap nyaman.

Hal lain yang membuat kinerja suspensi terganggu adalah motor pernah tabrakan dan jatuh sehingga posisinya tidak lagi presisi.

Baca juga: Review Motor Trail Honda yang Siap Trabas Medan Terjal

Jika sudah begini, mungkin dudukan suspensi atau segitiga bawah motor juga harus diganti agar posisinya kembali seperti semula.

motor limbung

4. Motor limbung karena komstir rusak

Kerusakan komstir motor dapat dideteksi dengan setang yang terasa berat atau bergetar ketika dipacu dalam kecepatan tinggi.

Baca juga: Penyebab Setang Motor Goyang, Bisa Human Error atau Teknis

Selain itu, setang motor juga jadi sulit dikendalikan dan terasa oblak akibat keausan pada bagian bearing.

Jika tidak segera dibenahi, kerusakan komstir bukan hanya berdampak pada pengendalian motor, namun ikut membuat rem depan tidak pakem.

Oleh karena itu, sebaiknya segera lakukan perawatan dan penggantian komstir bila sudah ada tanda-tanda di atas.

setang motor goyang

5. Segitiga setang tidak presisi

Terakhir, motor limbung bisa disebabkan oleh segitiga dudukan stang yang sudah tidak presisi.

Baca juga: Tutorial Cat Velg Motor Sendiri, Dijamin Makin Ganteng

Untuk mengeceknya adalah dengan meluruskan setang motor di tempat rata atau dengan menggunakan alat ukur bernama fuller.

Apabila setang sudah tidak presisi dan simetris, ada baiknya lakukan penggantian. Atau bisa juga diakali dengan membawa ke tukang press untuk diperbaiki agar posisinya lurus kembali.

Jadi, jangan lupa untuk melakukan servis dan perawatan berkala di bengkel resmi yang sesuai standar pabrikan.

Baca juga: Jadwal SIM Keliling September 2021 di Jakarta

Agar motor tidak mudah limbung, turunkan kecepatannya ketika melewati jalan bergelombang, apalagi ketika ada polisi tidur dan lubang. Jangan ditrabas ya.

Kemudian, selalu utamakan keselamatan berkendara, menggunakan helm, dan perlengkapan motor saat berkendara. Patuhi lalu lintas dan stay safe di jalan ya.